Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Penampilan Memukau Tari Saman Santriwati Aisyiyah Quranic Boarding School

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Penampilan Tari Saman Santriwati ‘Aisyiyah Quranic Boarding School Ponorogo di Panggung Jejak Langkah Merajut Asa. (Enjllina Vitasondang/PWMU.CO)

PWMU.CO – Santriwati ‘Aisyiyah Quranic Boarding School (siswa SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo) berkesempatan ikut serta dalam menyajikan sebuah tarian pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Ponorogo dengan tema “Jejak Langkah Merajut Asa” yang bertempat di Jalan Hos Cokroaminoto pada Sabtu (24/05/2025).

Acara ini diisi dengan berbagai penampilan seni dari siswa-siswi SMP Negeri dan Swasta yang ada di Kabupaten Ponorogo. Mulai dari seni tari, seni musik, dan fashion show.

Salah satu penampilan yang memukau para penonton adalah Tari Saman yang dibawakan oleh santri dari Aisyiyah Quranic Boarding School (AQBS), yang merupakan siswa formal SMP Muhammadiyah 2 Ponorogo.

Tari Saman adalah salah tarian tradisional yang berasal dari suku Gayo di Aceh, Indonesia. Tarian ini dikenal luas sebagai tarian yang mencerminkan kekompakan, kecepatan, dan kebersamaan.

Berbeda dari tarian lainnya, Tari Saman ditampilkan oleh para penari yang duduk berbaris rapat dalam posisi berlutut, dengan gerakan tangan, tubuh, dan kepala yang dilakukan secara serempak dan ritmis.

Tari Saman yang dibawakan oleh 12 siswa SMP Muhammadiyah 2 ini mampu menampilkan kekompakan, semangat kebersamaan, dan nilai-nilai budaya yang sarat makna, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional.

Gerakan yang dinamis, serempak, dan penuh harmoni menggambarkan semangat generasi muda dalam merajut cita dan asa di dunia pendidikan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam acara ini turut hadir Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo menyampaikan rasa bangga nya pada Dinas Pendidikan Ponorogo yang telah menyusun rangkaian acara luar biasa, mulai dari Asesmen Capaian Pembelajaran Tahfidh hingga acara Jejak Langkah Merajut Asa ini.

“Kita harus kompak menjadikan kader lulusan Ponorogo kader yang mantap sehingga terwujud peradaban yang lebih baik, Ponorogo Hebat dan Bermartabat,” pungkasnya.

Melalui acara ini para santriwati AQBS Ponorogo turut menunjukkan bahwa pendidikan berbasis keislaman juga mampu melestarikan budaya, dan berkontribusi aktif dalam membentuk generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap kekayaan budaya dan bangsa.(*)

Penulis Enjllina Vitasondang Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu