Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengamatan Awal Bulan Dzulhijjah 1446 H di UM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Citra bulan 1 Dzulhijjah 1446H yang terekam pada pukul 17.19 WIB, tiga menit sebelum maghrib, dengan menggunakan Teleskop Sharpstar 61mm dan kamera ZWO ASI462MM. Lokasi: Rooftop lt 14 Gedung At Tauhid Kampus UM Surabaya (istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Klub Astronomi Galator dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya bekerjasama dengan Kelas Praktikum Astronomi dan Ilmu Falak Prodi HKI Fakultas Agama Islam mengadakan kegiatan pengamatan bulan sabit awal bulan Dzulhijjah 1446 H, Rabu (28/5/2025).

Pada umumnya, pengamatan hilal penentu awal bulan Hijriyyah dilakukan sore hari pada tanggal 29 bulan Hijriyyah. Namun karena menurut hisab astronomi bahwa hilal 1 Dzulhijjah 1446H hanya berada pada ketinggian 1 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam pada (27/5/2025), yang menurut prediksi astronomi akan sulit terlihat, maka kegiatan pengamatan dialihkan di keesekoan harinya.

Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan pengamatan mahasiswa dan meningkatkan kompetensi observasi bulan, baik bulan di siang hari maupun bulan setelah matahari terbenam.

Ini merupakan bentuk nyata kontribusi dalam penentuan kalender Hijriah dengan pendekatan ilmiah melalui pembelajaran praktik pengamatan bulan.

Pengamatan dimulai sejak pukul 11.00 WIB di rooftop Gedung At-Tauhid lantai 14. Meskipun panas terik, suasana di lokasi terasa hidup.

Tim pengamat yang terdiri dari anggota Klub Astronomi Galator, mahasiswa kelas Praktikum Astronomi dan Ilmu Falak Prodi Hukum Keluarga Islam, serta Ibu Andi Sitti Mariyam MSi, dosen pembina sudah mulai bersiap.

Peralatan disusun rapi, dicek satu per satu dengan teliti. Teleskop Sharpstar 61mm dan kamera ZWO ASI462MM menjadi andalan dalam pengamatan kali ini. Proses kalibrasi dilakukan sambil sesekali trial and error, terutama saat menyetel arah ke ufuk barat. Meski cukup tricky, suasananya tetap santai dan penuh semangat.

Pengamatan Awal Bulan Dzulhijjah 1446 H di UM Surabaya (Istimewa/PWMU.CO)

Cuaca sore itu cukup mendukung. Langit cenderung cerah meskipun sempat ada awan tipis yang melayang di arah barat menjelang matahari tenggelam. Tapi itu tak membuat semangat tim surut. Fokus tetap diarahkan pada layar laptop yang tersambung ke Teleskop, berharap citra bulan akan segera muncul.

Menjelang Maghrib, sekitar pukul 17.19 WIB, akhirnya momen yang ditunggu-tunggu datang juga, sabit berhasil terdeteksi. Tipis sekali bentuknya sampai-sampai hampir tak terlihat jika tidak diperhatikan benar-benar. Tapi dari citra yang terekam, jelas bahwa itu adalah sabit bulan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurut data Astronomi, bulan berada pada ketinggian 13 derajat di atas ufuk dan iluminasi Cahaya 2,7%. Bulan masih cukup tinggi, namun tantangannya adalah pengambilan citra bulan sabit muda saat matahari belum terbenam atau siang hari memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena citra bulan yang redup harus berhadapan dengan sinar matahari yang terang.

Citra yang berhasil ditangkap disimpan dalam bentuk digital. Reaksi tim benar-benar campur aduk antara lega, senang, dan kagum. Ada yang spontan bertepuk tangan, ada juga yang hanya diam menatap layar sambil tersenyum puas.

Pengamatan dilanjutkan hingga sekitar pukul 18.00 dan memperoleh beberapa citra bulan sabit pasca matahari terbenam dengan ketinggian bulan sekitar 8 derajat.

Bagi tim, kegiatan ini bukan sekadar urusan melihat bulan. Di balik itu ada banyak hal yang kami pelajari bersama, mulai dari melatih kesabaran, ketelitian dalam hal-hal kecil, sampai pentingnya kerja tim di lapangan. Ketika citra bulan akhirnya berhasil kami tangkap, harapannya sederhana, semoga dapat memberi kontribusi dalam dunia falak dan astronomi.

Pengalaman ini mengingatkan bahwa langit bukan cuma untuk dipandang, tapi juga untuk dipahami dan dimaknai. Semoga semangat belajar ini terus hidup.

Penulis Rayhan Ilman Editor Aalimah Qurrata A’yun

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu