Prestasi gemilang kembali ditorehkan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Setelah sukses meraih Juara Umum I Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Jawa Timur, kontingen Al Mizan kembali menunjukkan kiprahnya dengan memborong sejumlah piala pada Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.
KSMN II berlangsung selama empat hari, Senin-Kamis (21–24/9/2026). Kegiatan yang mempertemukan santri Muhammadiyah dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia tersebut menjadi panggung bagi kontingen Al Mizan untuk menunjukkan kemampuan dalam berbagai bidang perlombaan.
Kontingen Al Mizan terdiri atas santri jenjang MTs dan MA, putra maupun putri. Mereka didampingi lima pembina, yakni Ahsanul Arham, S.Psi., Ahmad Sholahudin, S.Bns., Yusuf Reza Alfarisi, Fahreny Indah Wahyuni, S.M., dan Meliza Nur Faizah.
Setelah berjibaku mengikuti berbagai perlombaan selama empat hari, tibalah momen yang ditunggu-tunggu seluruh peserta, yakni penutupan sekaligus pengumuman hasil perlombaan KSMN II.
Penutupan dimulai Kamis (24/9/2026) pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Nama Al Mizan pun kembali terdengar dalam sejumlah kategori perlombaan.
Borong Piala di Berbagai Cabang
Kontingen Al Mizan Muhammadiyah Lamongan berhasil meraih sejumlah prestasi dalam berbagai cabang lomba. Raihan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa santri Al Mizan mampu bersaing di tingkat nasional.
Berikut sejumlah prestasi yang berhasil diraih:
PBB MA
– Juara 1 Putra
– Juara 3 Putri
PBB MTs
– Juara 2 Putra
Dirasah Islamiyah MA Putra
– Juara 3
Pidato Bahasa Arab MTs Putri
– Juara 2
MTQ MTs Putra
– Juara 3
MHQ MA
– Juara 2 Putra
– Juara 3 Putri
Jelajah MA Putra
– Juara Harapan 2
Raihan tersebut menunjukkan keberagaman potensi santri Al Mizan. Tidak hanya pada bidang kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga dalam penguasaan keislaman, hafalan Al-Qur’an, kemampuan berbahasa Arab, serta ketangkasan dalam kegiatan jelajah.

Sakit Tak Menghentikan Langkah Santri
Di balik sederet piala yang berhasil diraih, terdapat perjuangan yang tidak mudah. Pembina kontingen Al Mizan, Ahsanul Arham, S.Psi., mengungkapkan bahwa perjalanan para santri menuju KSMN II tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Menurutnya, sebelum keberangkatan hingga selama mengikuti perlombaan, terdapat sejumlah santri yang mengalami sakit. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi santri maupun para pembina.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para santri untuk tetap mengikuti perlombaan dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Ahsanul Arham menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah berjuang selama mengikuti KSMN II. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pembina yang telah mendampingi, memberikan motivasi, serta memastikan para santri tetap mendapatkan pendampingan selama kegiatan.
“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh santri dan pembina. Sebelum berangkat, bahkan ketika mengikuti lomba, ada beberapa santri yang sakit. Namun, mereka tetap berusaha mengikuti kegiatan dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, sederet prestasi yang diraih di tengah berbagai tantangan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Al Mizan.
“Di tengah kondisi seperti itu, Alhamdulillah masih bisa meraih juara. Ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami. Terima kasih kepada seluruh pembina yang sudah mendampingi dan kepada anak-anak yang sudah berjuang dengan luar biasa,” tuturnya.
Ramanda Arham berharap pengalaman selama KSMN II tidak hanya menghasilkan piala, tetapi juga menjadi pembelajaran penting bagi para santri.
“Yang paling penting bukan hanya pialanya, tetapi pengalaman, mental, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat juang yang mereka dapatkan selama mengikuti kegiatan,” tambahnya.
52 Santri Perkuat Kontingen Al Mizan
Kekuatan kontingen Al Mizan dalam KSMN II didukung oleh puluhan santri dari empat kelompok jenjang, yakni MA Putra, MA Putri, MTs Putra, dan MTs Putri.
- MA Putra diperkuat 16 santri, yakni Abdullah Salma Nur, Faiz Ahmad Walisandika, Darius Zada Annajat, Muhammad Hafiz Fawwas Firdaus, Dante Rama Sakti, Riyadhus Sholihin, Tsalis Hajir, Muhammad Jadid Al Amru, Khoiruzzad, Muhammad Irsyad Syafakhruddin, Khulul Akmal Muakhor, Rafael Akmal, Umar Abdul Aziz, Sabbih Musafaq, Muhammad Ilham Mulyadi, dan Argana Kawasakti.
- Sementara MA Putri terdiri dari 11 santri, yaitu Verina Indri Maharani, Millatul Ulya, Ameliya Ismawati, Alviona Akhsanti, Syafa Aulia Novitawylis, Aisyah Bilqis Ramadhani, Ainun Berty, Salsabilla Desinta Rahma, Maulida Nurul Hidayah, Nur Mawadda Warohmah, dan Amila.
- Dari jenjang MTs Putra, kontingen diperkuat Ahmad Raziq Haqqi, Alkazio Yaqdan Kausar Arifin Putra, Raffi Yurcello Kenzow, Fadhil Maulana Iswanto, Rama Dika Izam Fahreza, Fadhil Ahmad Annajah, Abdullah Rasyid Annajib, Muhammad Fatih Izzudin, Muhammad Faqih Uzzaman, Hasyim Razzan Shofiyul Millah, dan Ahmad Muhajir Setiawan Putra.
- Adapun MTs Putri terdiri dari Sa’ida Atsamaniyah Mardhotillah, A’thifa Nahda Muhabbin, Zahira Shofiana Zahirotus Sholihah, Khalisa Nabilia Firzanah TH., Hasda Husna Sekar Dewi Prameswari, Andhara Kirana Mahestri, Jazilatul Hanunah Yusinda, Tsamira Qatrunnada Pramesyawati, Fathimah Azzahra, Humaira Titania Putri, Salwa Mufidah, Alfiah Nadine Lutfiya, dan Al Fiqo Almuntaza.
Keikutsertaan Al Mizan dalam KSMN II menjadi kelanjutan dari capaian mereka di tingkat Jawa Timur. Sebelumnya, kontingen Al Mizan berhasil meraih Juara Umum I KSM Jawa Timur, sehingga berhak mewakili Muhammadiyah Jawa Timur pada ajang nasional.
Di tingkat nasional, para santri tidak hanya membawa nama Al Mizan Muhammadiyah Lamongan. Mereka juga membawa semangat untuk mengharumkan nama Muhammadiyah Jawa Timur di tengah pertemuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan selama empat hari di Coban Rondo pun menjadi pengalaman berharga. Selain berkompetisi, para santri belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, kemandirian, dan persaudaraan antarsantri Muhammadiyah.
Dengan sederet piala yang dibawa pulang, Al Mizan kembali menunjukkan bahwa pembinaan santri yang memadukan keislaman, kepesantrenan, kedisiplinan, keterampilan, dan prestasi mampu melahirkan kader-kader muda Muhammadiyah yang siap bersaing di tingkat nasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments