Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ramadan Menjadi Pelajaran Penting di Tengah Darurat Kebohongan

Iklan Landscape Smamda
Ramadan Menjadi Pelajaran Penting di Tengah Darurat Kebohongan
Ketua PCM Mulyorejo, Najib Sulhan (Foto: Istimewa)
pwmu.co -

Kejujuran saat ini menjadi hal yang semakin sulit ditemukan. Bahkan, dapat dikatakan terjadi kondisi darurat kebohongan. Apa yang disampaikan oleh Allah Swt menjadi pengingat bagi manusia.

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah membuat penyakitnya bertambah parah. Untuk mereka siksaan yang amat pedih, sebab kebohongan mereka sendiri.” (Q.S. Albaqarah: 10).

Sifat Rasulullah Muhammad Saw ada empat, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Kunci utama dari sifat tersebut adalah kejujuran. Nilai ini menjadi dasar dalam pendidikan karakter. Nilai kejujuran juga dipelajari dan dipraktikkan dalam ibadah selama bulan Ramadan.

Kejujuran dalam pendidikan karakter terbingkai dalam empat dimensi. Pertama, dimensi robbaniyah, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan. Orang beriman dan munafik dibedakan oleh kejujuran. Orang beriman memiliki keyakinan dan melaksanakan apa yang diyakini. Sementara itu, orang munafik mengetahui kebenaran, tetapi tidak melaksanakannya.

Contoh dalam ibadah salat, orang beriman melaksanakan salat karena keyakinan dan mengharap rida Allah Swt, sehingga segera bergegas ketika mendengar azan. Sebaliknya, orang munafik menunda salat dan melaksanakannya karena ingin dilihat oleh manusia.

Kedua, dimensi insaniyah, yaitu hubungan antarmanusia. Kejujuran melahirkan kepercayaan. Orang tua yang menjaga kejujuran dalam keluarga akan mendapatkan kepercayaan dari anaknya. Demikian pula dalam hubungan sosial dan kelembagaan, kejujuran menjadi dasar terbentuknya kepercayaan.

Perumpamaan jenang dan jeneng menunjukkan perbedaan antara sesuatu yang mudah diganti dan sesuatu yang melekat. Jika makanan tidak sesuai selera, dapat diganti. Namun, jika nama atau reputasi rusak, kepercayaan akan hilang dan sulit dipulihkan.

Ketiga, dimensi ilmiyah, yaitu dalam mencari dan mengamalkan ilmu. Ilmu akan bermanfaat jika diterapkan dengan jujur. Sebaliknya, ilmu dapat menjadi sumber kerusakan apabila tidak disertai kejujuran.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Keempat, dimensi alamiyah, yaitu hubungan manusia dengan alam. Alam dapat menjadi rahmat jika dikelola dengan baik dan jujur. Namun, jika dikelola tanpa kejujuran, dapat menimbulkan bencana. Salah satu contohnya adalah penebangan liar yang mengabaikan dampak lingkungan.

Pendidikan yang mengedepankan kejujuran diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi. Melalui kegiatan sekolah Ramadan, terdapat empat kompetensi yang dapat dibangun.

Pertama, kompetensi spiritual, yaitu penguatan keimanan melalui ibadah puasa. Kedua, kompetensi emosional, yaitu kemampuan mengendalikan diri. Ketiga, kompetensi intelektual, yaitu pemahaman dan penerapan ilmu. Keempat, kompetensi fungsional, yaitu kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.

Ibadah puasa selama bulan Ramadan mengajarkan nilai kejujuran. Saat berpuasa, hanya Allah Swt. dan orang yang menjalankannya yang mengetahui. Dalam kondisi lapar dan dahaga, seseorang menahan diri semata-mata karena iman dan mengharap rida Allah Swt.

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa jika seseorang mampu menahan diri dari sesuatu yang dimilikinya sendiri, maka ia tidak akan mengambil hak orang lain. Nilai kejujuran ini diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡