Ratusan guru dari SD Mumtaz Sidoarjo turut meramaikan kegiatan Halal Bihalal (Syawalan) yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Kepala Sekolah dan Guru (FOSKAM) SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang digelar di SD Muhammadiyah 2 Tulangan ini berlangsung sejak pukul 07.30 WIB dan dihadiri guru serta karyawan dari berbagai SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo.
Kehadiran ratusan guru SD Mumtaz menjadi bukti komitmen dalam menjaga tradisi silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Sejak pagi, suasana kegiatan terasa hangat dan penuh energi. Peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari registrasi, penampilan pra-acara, hingga sesi utama.
Beragam kreativitas guru ditampilkan, menciptakan ruang apresiasi sekaligus memperlihatkan inovasi yang berkembang di kalangan pendidik Muhammadiyah.
Acara inti diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah sebagai wujud semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap persyarikatan.
Sambutan disampaikan oleh Ketua MKKS serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, A. Dzo’ul Milal. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta memperkuat jejaring antar sekolah.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah.
Puncak kegiatan diisi kajian Syawalan oleh Sukadiono. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa ciri orang bertakwa adalah segera bertaubat ketika melakukan kesalahan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya.
Ia mencontohkan kisah Nabi Adam AS sebagai teladan dalam memohon ampun dan memperbaiki diri.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga lisan dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Saling memaafkan menjadi kunci untuk mempererat kembali hubungan yang sempat renggang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD Mumtaz, Rizky Johan Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diikuti.
“Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya bertemu, tetapi juga saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Syawalan menjadi momentum refleksi setelah Ramadan sekaligus memperbarui semangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Hal senada disampaikan oleh salah satu guru, Hilda Azizah Awik, yang mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga memberi kesempatan untuk menambah ilmu dan memperluas relasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun profesional. Para guru tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.
Interaksi lintas sekolah membuka peluang kolaborasi, pertukaran ide, serta pengembangan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan sesi foto dan ramah tamah yang berlangsung hangat.
Melalui partisipasi ini, SD Mumtaz menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam forum pendidikan Muhammadiyah serta menjaga nilai silaturahmi sebagai fondasi pendidikan yang unggul dan berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments