Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Adrian Mutu Hidayat, mahasiswa Teknik Industri, berhasil lolos program magang internasional dan terlibat dalam riset kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor semikonduktor global.
Melalui Formosa Talent Internship Program di National Formosa University, Adrian tidak hanya belajar, tetapi juga mengembangkan algoritma machine learning untuk memprediksi cacat produksi (defect prediction) pada industri semikonduktor yang dikenal sangat presisi dan minim toleransi kesalahan.
Sejak Februari 2026, ia aktif melakukan riset di Lean Management Laboratory—laboratorium yang berfokus pada efisiensi industri berbasis data dan manufaktur cerdas.
“Di sini hampir semua hal berbasis riset dan data. Bahkan isu global seperti perang atau kebijakan ekonomi juga dibahas dalam konteks industri,” ungkap Adrian kepada Tim Humas UMM, 10 April.
Fokus riset Adrian adalah pengembangan sistem prediksi cacat produksi guna mengoptimalkan penggunaan bahan baku semikonduktor yang bernilai tinggi. Proyek ini terhubung langsung dengan perusahaan besar dengan tingkat kerahasiaan tinggi.
Keterlibatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi peserta magang, tetapi juga kontributor dalam ekosistem riset strategis global.
“Sekarang saya belajar melakukan riset yang lebih spesifik dan berdampak langsung pada industri,” jelasnya.
Adrian mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak mudah. Ia harus beradaptasi dengan standar akademik dan budaya riset internasional yang menuntut ketelitian tinggi, disiplin, serta pola pikir ilmiah yang kuat.
“Integrasi internasional di sini sangat terasa. Semua topik diarahkan ke level global, dan itu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Di balik keberhasilannya, Adrian menegaskan pentingnya dukungan dari kampus. UMM dinilai sangat membantu, terutama dalam aspek administratif dan fleksibilitas konversi SKS.
“UMM sangat suportif, sehingga kami bisa fokus menjalani program ini tanpa kendala akademik,” katanya.
Keikutsertaan dalam program ini membuka peluang besar bagi Adrian. Ia bahkan mendapatkan kesempatan fast track menuju jenjang magister di NFU dengan durasi studi lebih singkat.
Selain itu, pengalaman ini menjadi modal penting untuk bersaing di pasar kerja global yang semakin kompetitif.
Adrian mendorong mahasiswa lain untuk berani mengambil peluang internasional.
“Kalau ingin merasakan dunia kerja global, program seperti ini sangat layak dicoba. Pengalamannya membuka banyak peluang,” pungkasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMM tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global melalui inovasi dan riset berbasis teknologi.





0 Tanggapan
Empty Comments