Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Revolusi Sunyi yang Mengubah Takdir

Iklan Landscape Smamda
Revolusi Sunyi yang Mengubah Takdir
Foto: Taufik Hidayanto
Oleh : Taufik Hidayanto, A.Md. Wakil Ketua PCM Wonokromo
pwmu.co -

Jika puasamu hanya menahan lapar, engkau sedang menyia-nyiakan keajaiban.

Suatu sore, di barisan salat yang rapat, aku melihat punggung-punggung yang menunduk. Ada yang datang dengan lelahnya bekerja. Ada yang datang membawa beban rumah tangga. Ada yang datang dengan luka yang tak terlihat. Namun di hadapan Allah, semuanya sama: hamba yang berharap diterima.

Di momen itu aku sadar, puasa bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah revolusi sunyi, transformasi yang bekerja diam-diam, tetapi mengguncang fondasi jiwa.

Puasa bukan hanya memindahkan jam makan. Ia memindahkan pusat kehidupan: dari perut ke hati, dari dunia ke akhirat, dari kebiasaan ke kesadaran.

Dan perubahan itu harus terasa, bukan hanya saat Ramadan, tetapi setelahnya.

Puasa: Laboratorium Pengendalian Diri

Tubuhmu lapar, tenggorokanmu kering, emosimu diuji, namun engkau tetap tersenyum. Tetap sabar, tetap menahan diri, di situlah puasa bekerja.

Ia melatihmu menguasai diri sebelum menguasai dunia. Ia mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan pada membalas, melainkan pada menahan; bukan pada meluapkan, tetapi pada mengendalikan.

Betapa banyak orang kuat secara fisik, tetapi rapuh ketika diuji emosi. Betapa banyak yang cerdas pikirannya, namun kalah oleh amarahnya.

Puasa hadir sebagai madrasah penguatan mental dan spiritual. Ia menata ulang impuls, membersihkan niat, dan menyadarkan bahwa tidak semua keinginan harus dituruti.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Jika setelah puasa kita masih mudah marah, mudah tersinggung, dan mudah menghakimi, maka ada yang belum selesai di dalam diri kita.

Tanda Kelulusan Puasa

Kelulusan puasa tidak diumumkan dengan sertifikat. Ia terlihat dari perubahan karakter.

Engkau menjadi lebih dermawan tanpa diminta, engkau menjadi lebih sabar dan tenang meski diprovokasi. Engkau menjadi lebih pemaaf dan lapang meski pernah disakiti, inilah standar kelulusan sejati.

Sebab takwa bukan teori; ia perilaku. Ia bukan jargon spiritual, melainkan akhlak yang hidup.

Jika sebelum puasa engkau keras dan setelahnya engkau menjadi lembut, itulah kemenangan. Jika sebelum puasa engkau perhitungan dan setelahnya engkau ringan berbagi, itulah revolusi.

Puasa yang diterima tidak membuat kita merasa suci. Ia justru membuat kita merasa kecil di hadapan Allah dan besar dalam kasih kepada sesama. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu