Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sah! Sawaludin Usman Kamad Baru MTs Muhammadiyah 2 Kota Malang

Iklan Landscape Smamda
Sah! Sawaludin Usman Kamad Baru MTs Muhammadiyah 2 Kota Malang
pwmu.co -
Dari kiri ke kanan Ustadz Hamzah (PCM Kedung Kandang), Kiai Taufiq (Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Munawwaroh), Kiai Haris (PDM Kota Malang), Ustadz Sawal (Kamad MTsM 2), Ustadz Budi (Kamad MAM 2), Zainullah (Dikdasmen PDM Kota Malang), Prof Triyo (PDM Kota Malang) (Harbatul Ahkam Arrozy/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang melantik Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 2 Kota Malang masa jabatan 2024-2028, Sawaludin Usman SE.

Kegiatan ini bertempat di Aula Ponpes Muhammadiyah Al-Munawwaroh pada Kamis (15/8/2024). Hadir dalam acara ini beberapa tokoh penting, di antaranya:

  • Sekretaris PWM Jatim, Prof Biyanto MAg
  • Majelis Dikdasmen PWM Jatim, Prof Dr Khozin MSi
  • PDM Kota Malang, Prof Dr Abdul Haris MA dan Prof Dr Triyo Supriyanto MAg
  • Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Malang, Drs Zainullah SH MPd
  • Pengawas Kantor Kementrian Agama Kota Malang, Siti Muzayyanah SAg MPd
  • PCM Kedung Kandang, Hamzah Utomo SPd

Mengawali pelantikan, adaa pembacaan Surat Keputusan PDM Kota Malang tentang pengangkatan Kepala MTs Muhammadiyah 2 Kota Malang. Kemudian acara berlanjut dengan pembacaan janji oleh Sawaludin usman sebagai Kepala MTs Muhammadiyah 2 yang baru.

Sambutan Ketua PDM Kota Malang

Ketua PDM Kota Malang, Prof Dr Abdul Haris MA menyampaikan selamat pada Kepala Madrasah baru. Dia berpesan bahwa madrasah harus mandiri, maksudnya adalah bisa menghidupi dirinya sendiri, maksudnya adalah harus memiliki banyak siswa.

Kepala MTs Muhammadiyah 2 yang baru harus bisa membaca kebutuhan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah.

“Saat ini Kota Malang masih kekurangan dai, jadi kita ambil dari tempat lain. Nah, Al-Munawwaroh harus bisa mengisi kurangnya dai di Kota Malang,” ungkap Ketua PDM Kota Malang.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dia menegaskan, MTs Muhammadiyah 2 merupakan bagian dari Ponpes Muhammadiyah Al-Munawwaroh. Jadi dia harus bisa mencetak kader dai yang berguna bagi umat.

“Kader dai yang dididik di Ponpes Muhammadiyah Al-Munawwaroh harus bisa menjadi muadzin, imam, ceramah, dan dapat membaca kitab bahasa Arab. Saya buat pengajian kitab itu banyak orang yang butuh, sehingga datang ke pengajian,” tegas Kiai Haris. (*)

Penulis Harbatul Ahkam Arrozy Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡