Setelah menjalani rangkaian pengabdian selama kurang lebih satu bulan di Desa Tamanprijek, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Mahasiswa KKN-02 STAIM Karangasem Paciran resmi menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, (27/8/2026). Kegiatan penutupan KKN dilaksanakan di Balai Kecamatan Laren bersama mahasiswa KKN dari berbagai desa.
Berakhirnya masa KKN menjadi penanda bahwa perjalanan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat telah sampai pada penghujung. Selama satu bulan, mahasiswa tidak hanya menjalankan berbagai program kerja yang telah dirancang, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, perangkat desa, lembaga pendidikan, pemuda, hingga berbagai kelompok masyarakat di Desa Tamanprijek.
Berbagai program telah dilaksanakan selama masa pengabdian, mulai dari kegiatan pendidikan, pendampingan TPQ, pengembangan soft skill, kreativitas anak, edukasi bullying, kegiatan kepramukaan, pemberdayaan UMKM, digitalisasi usaha masyarakat, ecoprint, pemasangan plang jalan, hingga berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Setiap program memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa. Ada program yang berjalan sesuai dengan rencana, ada pula yang membutuhkan penyesuaian dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Namun, dari proses tersebut mahasiswa justru mendapatkan pelajaran bahwa pengabdian tidak cukup hanya dengan membawa konsep, tetapi membutuhkan kemampuan untuk mendengar, memahami, beradaptasi, dan berjalan bersama masyarakat.
Selama berada di Tamanprijek, mahasiswa juga menemukan banyak hal yang sebelumnya tidak mereka kenal. Pertemuan dengan warga, anak-anak sekolah, para pengajar TPQ, pemuda, perangkat desa, serta berbagai elemen masyarakat perlahan membentuk kedekatan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.
Moh. Faizal Muttaqin, selaku Ketua KKN-02 STAIM Karangasem Paciran, menyampaikan bahwa pada akhirnya KKN bukan hanya tentang program kerja yang telah selesai, tetapi tentang pertemuan yang terjadi selama proses pengabdian.
“Pada akhirnya, KKN adalah tentang pertemuan. Pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat, ilmu dan pengalaman, rencana dan kenyataan. Orang-orang yang awalnya tidak saling mengenal, akhirnya bisa duduk bersama, bekerja bersama, tertawa bersama, dan kemudian menjadi satu cerita dengan nama pengabdian. Satu bulan mungkin terasa singkat, tetapi cukup untuk memberikan banyak pelajaran dan meninggalkan banyak kenangan,” ungkap Faizal.
Saling Jalin Silaturahmi
Menurutnya, selesainya KKN bukan berarti selesai pula hubungan yang sudah terjalin. Semoga silaturahmi dan kebaikan yang telah dibangun di Tamanprijek tetap menjadi bagian dari perjalanan kami setelah Kembali.
Menurutnya, Desa Tamanprijek telah menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Berbagai persoalan dan kondisi yang ditemui selama menjalankan program membuat mahasiswa belajar bahwa ilmu yang diperoleh di ruang perkuliahan memiliki tantangan tersendiri ketika diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
KKN juga mengajarkan mahasiswa tentang arti kerja sama. Hampir setiap kegiatan tidak dapat berjalan hanya dengan kemampuan mahasiswa sendiri. Dukungan pemerintah desa, Ketua RT, Karang Taruna, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta warga menjadi bagian penting dari keberhasilan berbagai program yang telah dilaksanakan.
Di sisi lain, masyarakat juga menjadi bagian dari cerita perjalanan mahasiswa. Sambutan yang diberikan, keterlibatan dalam kegiatan, hingga interaksi sederhana sehari-hari menjadi pengalaman yang tidak tertulis dalam proposal program kerja, tetapi justru menjadi bagian yang paling melekat dari kehidupan KKN.
Satu bulan di Desa Tamanprijek akhirnya bukan hanya menghasilkan sejumlah program yang telah terlaksana. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menghasilkan hubungan, pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang akan dibawa mahasiswa ketika kembali ke lingkungan akademik.
Bagi KKN-02 STAIM Karangasem Paciran, selesainya pengabdian bukanlah tentang meninggalkan sebuah tempat, melainkan membawa pulang berbagai cerita dari tempat tersebut. Cerita tentang bagaimana sebuah desa menerima mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan mereka, dan bagaimana mahasiswa belajar menjadi bagian dari masyarakat meskipun hanya dalam waktu yang terbatas.
Kamis, 27 Agustus 2026 menjadi hari ketika perjalanan itu secara resmi ditutup. Namun, apa yang telah tumbuh selama satu bulan di Tamanprijek tidak harus berhenti pada hari terakhir KKN.
Karena pada akhirnya, KKN bukan sekadar tentang datang, mengabdi, lalu pulang. KKN adalah tentang pertemuan yang meninggalkan pengalaman, pengalaman yang melahirkan cerita, dan cerita yang akan tetap hidup meskipun masa pengabdian telah selesai. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments