Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sekolah, Mengaji, dan Kemandirian Anak

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sekolah, Mengaji, dan Kemandirian Anak
Oleh : Ahmad Fathullah, M.Pd. Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir

Pendidikan anak hari ini sering kali diukur melalui nilai rapor, prestasi akademik, dan penguasaan pelajaran agama. Anak berangkat sekolah pada pagi hari, mengikuti kegiatan belajar, lalu mengaji hingga sore atau malam.

Rutinitas tersebut tentu baik. Namun, kita perlu merenungkan satu pertanyaan: sudahkah kita mempersiapkan anak menghadapi kehidupan nyata?

Anak yang memperoleh nilai bagus belum tentu mampu mengatur uang sakunya, yang hafal banyak doa belum tentu terbiasa bertanggung jawab atas tugas sederhana di rumah.

Dan anak yang selalu menerima bantuan orang dewasa mungkin kesulitan mengambil keputusan sendiri.

Persoalannya bukan terletak pada sekolah, kegiatan mengaji, atau orang tua.

Ketiganya berperan penting dalam membentuk generasi berilmu dan berakhlak.

Tantangannya adalah memastikan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik dan pengetahuan agama. Pendidikan juga harus membentuk pribadi yang mandiri.

Kemandirian Tidak Tumbuh dengan Sendirinya

Kemandirian bukan berarti membiarkan anak menghadapi semua persoalannya sendirian. Tetapi merupakan proses belajar agar anak mampu bertindak sesuai tahap perkembangannya.

Anak juga perlu memahami konsekuensi pilihan dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Karena itu, anak perlu berlatih merapikan tempat tidur, menjaga barang miliknya, dan mengelola uang saku.

Mereka juga perlu menyelesaikan tugas dan menyampaikan pendapat dengan santun.

Berbagai kegiatan sederhana tersebut menjadi latihan kehidupan yang sering kali kita anggap sepele.

Sayangnya, orang dewasa terkadang terlalu cepat membantu anak. Ketika anak mengalami kesulitan, kita langsung mengambil alih.

Saat anak melakukan kesalahan, kita buru-buru menyelesaikannya.

Niat kita memang baik, tetapi kebiasaan tersebut menghilangkan kesempatan anak untuk belajar.

Kita ingin anak tumbuh kuat, tetapi terkadang tidak memberi mereka ruang berlatih menghadapi kesulitan.

Pendidikan Harus Menyentuh Kehidupan Nyata

Sekolah dapat mengembangkan pembelajaran yang melatih tanggung jawab dan kemampuan memecahkan masalah.

Kegiatan mengaji dapat menanamkan kedisiplinan, kepedulian, dan adab.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Sementara itu, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut sehari-hari.

Dalam lingkungan Muhammadiyah, pendidikan juga perlu membentuk manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu, kita tidak cukup mengukur keberhasilan pendidikan dari pengetahuan anak.

Kita juga perlu melihat bagaimana mereka mewujudkan pengetahuan tersebut dalam perilaku.

Anak perlu memahami bahwa membantu pekerjaan rumah merupakan tanggung jawab, bukan sekadar perintah.

Mengelola uang bukan hanya soal berhitung, melainkan juga menentukan prioritas.

Menghadapi kegagalan bukan berarti mengakhiri segalanya, melainkan membuka kesempatan untuk memperbaiki diri.

Hal ini juga penting bagi lembaga kesejahteraan sosial anak. Pengasuhan tidak semestinya hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan formal.

Lembaga juga perlu membekali anak dengan keterampilan hidup. Bekal tersebut membantu mereka menjalani kehidupan secara bertanggung jawab ketika kelak hidup lebih mandiri.

Jangan Hanya Menyiapkan Anak untuk Hari Ini

Kita tentu ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi saleh, cerdas, dan sukses.

Namun, kita juga perlu memastikan mereka siap menghadapi persoalan yang tidak selalu muncul dalam buku pelajaran.

Mari memberi anak kesempatan untuk mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki diri, dan menyelesaikan tanggung jawabnya sendiri.

Kita tidak harus segera menyingkirkan setiap kesulitan yang mereka hadapi.

Sebab, tujuan pendidikan bukan sekadar mengantarkan anak meraih nilai tinggi atau menyelesaikan jenjang sekolah.

Pendidikan juga harus membekali mereka agar mampu menjalani kehidupan dengan iman, ilmu, akhlak, dan kemandirian.

Jangan sampai kita berhasil mengantarkan anak ke sekolah dan tempat mengaji, tetapi lupa mengajarkan mereka cara menjalani kehidupan.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 18/10/2026 08:29
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu