Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sekretaris PWA Jatim Tekankan Kualitas Kader dan Gerakan Berkelanjutan dalam Musykerwil III PWNA Jatim

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sekretaris PWA Jatim Tekankan Kualitas Kader dan Gerakan Berkelanjutan dalam Musykerwil III PWNA Jatim
Sambutan Sekretaris Umum PWA Jawa Timur dalam pembukaan Musykerwil ke-III PWNA Jawa Timur (Foto: YouTube PWNA Jatim)
pwmu.co -

Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, S.KM., M.Kes., menekankan pentingnya penguatan kualitas kader, program kerja yang berdampak bagi masyarakat, serta gerakan berkelanjutan melalui kolaborasi dan inovasi. Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) III Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Nur Mukarromah menyampaikan bahwa musyawarah merupakan momentum penting untuk menjalankan tanggung jawab organisasi sekaligus mempersiapkan kepemimpinan masa depan. Ia berharap rangkaian musyawarah selama dua hari dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin yang mampu membawa Nasyiatul Aisyiyah semakin maju.

Ia juga menyampaikan salam dari Ketua PWA Jawa Timur yang berhalangan hadir karena sedang sakit. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak mengurangi makna dan semangat pelaksanaan kegiatan.

Menurut Nur Mukarromah, Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran strategis dalam menentukan arah gerakan perempuan muda ke depan. Kontribusi kader tidak hanya dibutuhkan bagi kemajuan organisasi, tetapi juga bagi bangsa dan negara, khususnya melalui pengabdian kepada Persyarikatan Muhammadiyah.

“Ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam musyawarah ini, yaitu memperkuat kualitas kader muda, menjadikan program kerja sebagai jawaban atas kebutuhan perempuan muda di masyarakat, serta membangun gerakan berkelanjutan melalui kolaborasi, komunikasi, dan inovasi,” ungkapnya.

Kader Muda Harus Menjadi Teladan

Poin pertama yang ditekankan adalah penguatan kualitas kader muda. Menurutnya, kader Nasyiatul Aisyiyah tidak cukup hanya aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kualitas kader perlu dibangun melalui komitmen terhadap nilai-nilai perempuan berkemajuan yang menjadi semangat gerakan Aisyiyah. Kader diharapkan memiliki kreativitas, inovasi, pemikiran kritis, serta kemampuan menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengabdian dalam keluarga dan tanggung jawab berorganisasi. Dukungan keluarga dan komitmen terhadap Persyarikatan menjadi bagian penting dalam perjalanan kader.

“Insyaallah, melalui musyawarah ini akan lahir pemimpin-pemimpin hebat. Kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu menunjukkan kreativitas, inovasi, berpikir kritis, dan solutif,” pesannya.

Program Kerja Harus Berdampak

Poin kedua adalah memastikan program kerja organisasi benar-benar menjawab kebutuhan perempuan muda di tengah masyarakat. Menurut Nur Mukarromah, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat dan perubahan positif yang dihasilkan.

Program kerja harus memberikan ruang bagi pengembangan diri kader, memperkuat proses regenerasi, serta memastikan kaderisasi berjalan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah kepemimpinan, kaderisasi harus tetap menjadi perhatian utama. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyiapkan generasi penerus, bukan sekadar bergantung pada figur pemimpin tertentu.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Dengan demikian, Musykerwil III PWNA Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan rumusan program yang relevan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan muda serta masyarakat luas.

Kolaborasi Tanpa Melupakan Akar Gerakan

Poin ketiga yang disampaikan adalah membangun gerakan berkelanjutan melalui kolaborasi, komunikasi, dan inovasi. Nur Mukarromah mendorong Nasyiatul Aisyiyah untuk memperluas kemitraan strategis, baik dengan organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah maupun dengan pihak eksternal.

Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci agar program organisasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan menghasilkan dampak yang lebih besar.

Meski demikian, ia mengingatkan agar perluasan jejaring tidak membuat kader melupakan akar gerakan. Muhammadiyah dan Aisyiyah tetap menjadi rumah perjuangan yang harus dijaga, dirawat, dan menjadi pijakan dalam mengembangkan berbagai inovasi.

“Bangun kolaborasi dan jalin kemitraan strategis seluas-luasnya. Namun, jangan pernah melupakan rumah kita, yaitu Muhammadiyah dan Aisyiyah,” pesannya.

Apresiasi Kiprah Ketua PWNA Jawa Timur

Pada akhir sambutannya, Nur Mukarromah menyampaikan apresiasi atas kiprah Ketua PWNA Jawa Timur yang mendapatkan amanah di tingkat pusat sebagai Sekretaris Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kader perempuan muda dari Jawa Timur memiliki kesempatan berkontribusi dalam kepemimpinan nasional.

Ia berharap pengalaman dan kiprah kader di tingkat pusat dapat menjadi inspirasi bagi kader Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Jawa Timur untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas pengabdian.

“Selamat bermusyawarah. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Nasyiatul Aisyiyah,” tuturnya.

Melalui Musykerwil III ini, PWNA Jawa Timur diharapkan semakin kokoh dalam menyiapkan kader perempuan muda yang berkemajuan, menghadirkan program-program yang berdampak, serta membangun kolaborasi untuk menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 16/10/2026 17:29
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu