Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sepucuk Harapan Siswa Tahfidz Smamita untuk Sang Ibu di Momen Hari Kartini

Iklan Landscape Smamda
Sepucuk Harapan Siswa Tahfidz Smamita untuk Sang Ibu di Momen Hari Kartini
Humas Smamita Mochamad Ikhuwan, SPd memberikan apresiasi kepada para peserta Juara 1 menggambar dalam momen peringatan hari Kartini. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

Semangat kebebasan dan ketangguhan perempuan kembali berdenyut di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Mengusung tema “Refleksi Kartini, Perempuan Hebat di Sekitarku”, ratusan siswa mengikuti kegiatan melukis dalam rangka memperingati Hari Kartini yang digelar di hall sekolah, Selasa (21/4/2026).

Dari deretan karya yang sarat makna dan emosi, satu lukisan tampil mencuri perhatian dan menyentuh banyak hati hingga meraih Juara 1. Lukisan tersebut merupakan potret seorang ibu yang digoreskan dengan penuh ketulusan oleh Carissa Safa Malika, siswi Tahfidz Class X-4.

Carissa yang dikenal pendiam memilih sosok ibunya sebagai sumber inspirasi utama. Setiap goresan pensil pada selembar kertas menjadi bukti kesabaran, pengorbanan, dan cinta tanpa syarat seorang ibu.

Lukisan tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan sepucuk surat hati yang menjadi ungkapan bakti seorang anak kepada perempuan hebat dalam hidupnya, sejalan dengan semangat Kartini dalam mengangkat martabat dan peran perempuan.

“Di momen Hari Kartini ini, ibu saya adalah sosok yang sangat hebat. Beliau adalah perempuan yang selalu saya teladani sampai kapan pun,” ungkap Carissa lirih.

Ia menambahkan bahwa ibunya merupakan pribadi yang baik, rajin, dan sigap, serta menjadi teladan dalam ketulusan berjuang dan melayani keluarga dengan sepenuh hati.

Keistimewaan Carissa tidak berhenti pada karyanya di atas kertas. Ia merupakan siswi tahfidz yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Meski demikian, Carissa mengaku masih belum mampu membalas sepenuhnya pengorbanan sang ibu.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Saya mungkin belum bisa memberikan yang terbaik, tetapi cinta dan sayang saya sangat besar untuk ibu,” tuturnya.

Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan kedalaman bakti seorang anak sekaligus kemurnian cinta yang lahir dari ketulusan. Kegiatan melukis ini menjadi ruang ekspresi yang membebaskan para siswa, khususnya siswi, untuk menyuarakan makna Kartini versi mereka tentang keberanian bermimpi, keteguhan nilai, dan kekuatan kasih seorang perempuan.

Dari selembar kertas dan goresan pensil yang terpajang di mading sekolah, pesan yang mengemuka terasa kuat: perempuan adalah sumber inspirasi, dan ibu merupakan sekolah pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Melalui karya Carissa, Hari Kartini tidak sekadar diperingati, tetapi benar-benar dihidupkan. Keteladanan sejati kerap hadir dalam kesunyian melalui cinta yang setia, doa yang tak pernah putus, serta pengorbanan yang tidak meminta balasan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 22/04/2026 18:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡