Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Silaturahmi Perguruan Muhammadiyah Sidokelar Perkuat Sinergi

Iklan Landscape Smamda
Silaturahmi Perguruan Muhammadiyah Sidokelar Perkuat Sinergi
Silaturahmi Pendidik Sidokelar Teguhkan Komitmen Bersama (Ghozi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H, Perguruan Muhammadiyah Sidokelar menggelar kegiatan silaturahmi yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan dari PAUD Aisyiyah, MI Muhammadiyah 07 Sidokelar, dan MTs Muhammadiyah 08 Sidokelar. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/3/2026) ini bertempat di Gedung MTsM 08 Sidokelar dan menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat semangat pengabdian di dunia pendidikan.

Acara berlangsung tertib dan dipandu oleh MC Aris Mazidah. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sintiya Mafazatin.

Dalam sambutan iftitah, perwakilan PRM Sidokelar, H. Abd. Halim, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga pendidikan di lingkungan PRM Sidokelar. Ia menyampaikan bahwa kerja sama yang baik akan memudahkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik. Selain itu, momentum setelah Ramadan diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat guru dalam mendidik.

“Guru hendaknya menjadi panutan, baik dalam sikap maupun dalam dedikasi,” pesannya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia, Burhan Falakhi. Ia menyampaikan bahwa momen Idulfitri dan silaturahmi merupakan waktu yang tepat untuk mempererat persatuan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung perkembangan dunia pendidikan yang terus bergerak, termasuk perubahan kurikulum yang menuntut kesiapan semua pihak.

Sebagai pembicara utama, Fathur Rochim, S.Ag., S.Pd.I., selaku Wakil Ketua PCM Paciran yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF, menyampaikan paparan terkait tantangan dunia pendidikan saat ini. Ia menyebutkan bahwa peran guru semakin kompleks di era digital, ketika teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru dituntut untuk lebih adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana dalam proses pembelajaran.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia juga menekankan bahwa tantangan utama pendidikan terletak pada pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, setiap perubahan kurikulum bertujuan untuk memperkuat karakter. Dalam pemaparannya, ia mencontohkan Jepang yang pernah mengalami masa keterpurukan, kemudian bangkit melalui Restorasi Meiji dengan menekankan pembangunan karakter bangsa. Hingga saat ini, Jepang dikenal sebagai negara dengan karakter masyarakat yang kuat, termasuk dalam pengaturan penggunaan gawai pada situasi tertentu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, terutama peran ibu sebagai pendidik pertama. Ia juga menyoroti perkembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah melalui konsep Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa dan semakin diminati oleh masyarakat.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter yang baik di tengah perkembangan zaman. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡