Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam pertemuan Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMA/SMK se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum langka yang mempertemukan para pimpinan, guru, dan karyawan dari berbagai sekolah Muhammadiyah untuk saling mengenal sekaligus menguatkan sinergi.
Ketua Foskam Sidoarjo, Edwin Yogi M.Ikom, mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama beraktivitas. Bahkan, mungkin ini menjadi momen yang jarang terjadi, di mana kita bisa bertemu dengan teman-teman SMA dan SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo,”ujar Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir, serta pihak tuan rumah yang telah memfasilitasi kegiatan dengan baik. Menurutnya, pertemuan ini tidak sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana penting untuk membangun kedekatan antarsekolah.
“Tujuan utama kita bukan hanya belajar bersama, tetapi juga agar kita saling mengenal. Selama ini, mungkin kita hanya bertemu dalam forum resmi tanpa sempat saling menyapa secara lebih dekat,”ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Edwin memperkenalkan para kepala sekolah SMA dan SMK Muhammadiyah di Sidoarjo, di antaranya Zainul Arifin (SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo), Hartatik (SMA Muhammadiyah 3 Tulangan), Rizna Maharani (SMA Muhammadiyah 4 Porong), Gatot Krisdiyanto (SMK Muhammadiyah 1 Taman), dan Rachmat Susilo (SMK Muhammadiyah 2 Taman).
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa sekolah belum dapat bergabung, seperti SMK Muhammadiyah 3 Tulangan yang masih dalam tahap pengembangan.
Lebih jauh, Edwin menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang lebih kuat antar sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo. Ia menilai, selama ini masing-masing sekolah masih berjalan sendiri-sendiri, berbeda dengan daerah lain yang sudah mampu menunjukkan kekuatan kolektif.
“Kita harus mulai membangun gerakan bersama. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri. Ketika ada kegiatan di luar, kita harus tampil sebagai satu kekuatan besar Muhammadiyah Sidoarjo,”tegasnya.
Topik Kesejahteraan
Dalam forum tersebut, konsep well-being atau kesejahteraan menjadi salah satu fokus pembahasan. Edwin menekankan bahwa kesejahteraan tidak semata diukur dari aspek materi, seperti gaji, melainkan juga dari ketenangan dan kebahagiaan jiwa.
“Kalau kesejahteraan hanya diukur dari gaji, mungkin kita akan terus membandingkan. Tapi sejatinya, kesejahteraan itu ada di dalam jiwa. Apakah kita bahagia menjalani peran kita sebagai pendidik, itu yang lebih penting,” jelasnya.
Ia mengajak para guru dan karyawan untuk memaknai tugas sebagai bagian dari ibadah dan investasi akhirat, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam tentang pengorbanan jiwa dan harta yang akan diganti dengan pahala terbaik dari Allah SWT.
“Proses kita mendidik anak-anak, bersilaturahmi, dan berjuang di sekolah ini adalah bagian dari upaya memperbaiki jiwa kita,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Edwin berharap kegiatan Foskam ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya saling mendukung, berbagi, dan tumbuh bersama demi kemajuan pendidikan Muhammadiyah di Sidoarjo.
“Kita ingin SMA dan SMK Muhammadiyah di Sidoarjo memiliki nilai lebih ketika berada di luar daerah. Dengan kebersamaan, kita bisa saling menguatkan dan memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai kebersamaan dan kesejahteraan spiritual. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments