SMA Muhammadiyah 6 Gresik memboyong tujuh penghargaan dalam Festival Faqih Usman X (FFU X), ajang yang digelar Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, Sabtu (17/10/2026).
Prestasi tersebut datang dari berbagai kategori, mulai pidato bahasa Arab dan olimpiade hingga inovasi pembelajaran serta kepemimpinan sekolah.
Festival yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu menjadi ajang bagi siswa, guru, dan kepala sekolah Muhammadiyah untuk menunjukkan kemampuan serta praktik terbaik mereka.
Dari tujuh penghargaan yang diraih, siswa SMA Muhammadiyah 6 Gresik menyumbangkan lima prestasi. Sementara itu, guru dan kepala sekolah masing-masing meraih satu penghargaan.
Alisa Mutia Zahra, siswa kelas XII, menyumbang prestasi tertinggi melalui Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab.
Empat penghargaan siswa lainnya meliputi Juara Harapan 5 Lomba Bahasa Arab, Juara Harapan 2 Olimpiade ISMU, serta Juara Harapan 3 dan Juara Harapan 5 Lomba Duta Sekolah.
Dua penghargaan lainnya datang dari kalangan pendidik. Yeni Indah Lestari, S.Si., Gr., meraih Juara 3 Lomba Inovasi Media Pembelajaran.
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Gresik, Alhayuningtias, S.Pd., memperoleh Juara Harapan 5 Lomba Best Practice Kepala Sekolah.
Pidato Bahasa Arab Antar Alisa ke Peringkat Pertama
Keberhasilan Alisa meraih juara pertama menjadi salah satu pencapaian menonjol dalam festival tersebut. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa Arab dan menyampaikan gagasan di depan publik.
Alisa mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Ia menyebut persiapan, latihan, dan keberanian tampil sebagai pelajaran penting selama mengikuti perlombaan.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih juara pertama. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya.

Menurut Alisa, pengalaman mengikuti kompetisi mendorongnya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Ia berharap pencapaiannya dapat memotivasi teman-teman lain untuk berani mencoba dan mengikuti perlombaan.
Prestasi siswa tersebut berjalan beriringan dengan capaian guru dan kepala sekolah. Yeni Indah Lestari meraih penghargaan melalui inovasi media pembelajaran, sedangkan Alhayuningtias memperoleh apresiasi atas praktik baik kepemimpinan sekolah.
Keduanya melengkapi capaian SMA Muhammadiyah 6 Gresik dalam festival yang tidak hanya mempertandingkan kemampuan akademik dan bahasa, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan kualitas pembelajaran serta pengelolaan sekolah.
Prestasi Bukan Sekadar Piala
Kepala SMA Muhammadiyah 6 Gresik, Alhayuningtias, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian siswa dan guru dalam Festival Faqih Usman X. Ia menilai tujuh penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kesungguhan para peserta dalam mempersiapkan diri.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian tujuh piala dalam Festival Faqih Usman X. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, semangat, dan dedikasi para siswa serta guru yang telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Alhayuningtias menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang dibawa pulang.
Proses persiapan, keberanian menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus berkembang juga menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Ia berharap pencapaian ini mendorong seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kompetisi.
Sekolah juga akan terus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat, sekaligus mendorong guru menghadirkan pembelajaran yang inovatif.
Festival Faqih Usman X pun menjadi pengalaman berharga bagi keluarga besar SMA Muhammadiyah 6 Gresik.
Tujuh penghargaan tersebut memperlihatkan keterlibatan siswa dan pendidik dalam membangun budaya berprestasi di lingkungan sekolah.***





0 Tanggapan
Empty Comments