Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tantangan Muhammadiyah Abad Kedua, Nurbani Yusuf: Dakwah Harus Kreatif dan Adaptif

Iklan Landscape Smamda
Tantangan Muhammadiyah Abad Kedua, Nurbani Yusuf: Dakwah Harus Kreatif dan Adaptif
Dr KH Nurbani Yusuf MSi menyampaikan materi BA Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kab Gresik. (Lilik/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dengan tema “Optimalisasi Peran Cabang/Ranting se-Gresik untuk Menggerakkan Dakwah Islam Berkemajuan”, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik mengadakan Baitul Arqom Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik di Aula SMP Muhammadiyah 12 GKB, Sabtu-Ahad (13–14/9/2025).

Materi pertama bertajuk “Tantangan Muhammadiyah Abad ke-2” disampaikan Wakil Ketua PDM Batu Malang, Dr KH Nurbani Yusuf MSi. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya hingga memasuki usia 100 tahun, Muhammadiyah telah menghadapi beragam tantangan, mulai dari masa penjajahan Belanda dan Jepang, kejumudan, kekolotan, hingga pengaruh Kejawen yang dikenal dengan tahayul, bid‘ah, dan khurafat (TBC).

“Rezim kompeni telah melahirkan penderitaan dalam berbagai aspek, mulai ekonomi, kebebasan, bahkan keyakinan. Tidak mudah bangkit dan melakukan perlawanan secara langsung. Keterbelakangan pendidikan, ekonomi, dan mental menyebabkan masyarakat menjadi kolot dan stagnan di bawah penjajahan, sehingga tidak memiliki cara pandang untuk maju dan berkembang,” jelas Nurbani yang juga Founder Komunitas Padhang Makhsyar.

Ia menambahkan, perilaku keagamaan masyarakat saat itu banyak tercampur dengan budaya nenek moyang yang sarat pengaruh Kejawen. Untuk itu, Muhammadiyah hadir dengan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam hingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. “Itulah yang membedakan Muhammadiyah dengan organisasi lainnya,” tegasnya.

Menurut Nurbani, Muhammadiyah pada abad pertama mampu menjawab tantangan melalui langkah nyata seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan. Melalui pendidikan modern, amal usaha sosial, serta dakwah amar ma‘ruf nahi munkar, Muhammadiyah menjadi pelopor pembaruan Islam di Nusantara.

Memasuki abad kedua, tantangan semakin kompleks. Muhammadiyah menghadapi globalisasi, liberalisme, dan sekularisme yang dapat memunculkan krisis kebudayaan, memudarnya doktrin keagamaan, serta individualisme.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Selain itu, ledakan penduduk yang berimbas pada krisis sumber daya alam, ideologi Islam transnasional yang berpotensi menimbulkan radikalisme, serta dinamika internal organisasi menjadi ujian tersendiri.

“Dakwah yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan generasi muda menjadi kebutuhan mendesak agar umat tidak hanyut dalam arus global yang merusak nilai keislaman,” pesannya.

Nurbani menegaskan bahwa konsolidasi ideologi, mobilisasi sosial, dan ekspansi budaya perlu diperkuat agar Muhammadiyah tetap adaptif dalam menjawab tantangan zaman.

“Muhammadiyah perlu mensosialisasikan nilai-nilainya di setiap level masyarakat hingga mancanegara, salah satunya melalui gagasan internasionalisasi,” tuturnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡