Tiga guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) meraih juara dalam Lomba Video Pembelajaran Guru PAUD Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang diumumkan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) III PWNA Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Jumat (16/10/2026).
Eny Handayani dari TK Dinar Nasyiah Benculuk Banyuwangi meraih Juara I dengan nilai 179. Juara II diraih Qurrotu A’yun Ainina Humairoh dari TK Inovatif Dinar Nasyiah Bojonegoro dengan nilai 173. Sementara itu, Rina Armawati dari KB Dinar Nasyiah Gemaharjo Trenggalek memperoleh Juara III dengan nilai 160.
Berdasarkan berita acara penetapan pemenang, Juara I memperoleh uang pembinaan Rp1 juta, trofi, dan sertifikat. Juara II mendapatkan Rp750 ribu beserta trofi dan sertifikat, sedangkan Juara III menerima Rp500 ribu beserta trofi dan sertifikat.
Lomba tersebut mengangkat tema “Inovasi Pembelajaran PAUD yang Menyenangkan, Kreatif, dan Berkarakter”. Dewan juri terdiri atas Nurul Mahmudiyah, S.Pd., sebagai ketua, dan Kazue Salzabella Rachelinda, S.Pd., sebagai anggota.
Penilaian meliputi kesesuaian tema dan integrasi nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Kenasyiahan (AIK), inovasi dan metodologi pembelajaran, struktur alur video, keterampilan komunikasi dan penguasaan pendidik, serta kualitas audiovisual dan kepatuhan teknis.
Nurul Mahmudiyah: Kreativitas Guru Tak Hanya Saat Lomba
Ketua Dewan Juri, Nurul Mahmudiyah, S.Pd., menyampaikan bahwa lomba seharusnya menjadi pemicu bagi guru untuk terus mengembangkan kreativitas, bukan hanya ketika mengikuti kompetisi.
“Sebuah lomba itu menjadi pemicu supaya kita lebih kreatif. Namun, kreativitas jangan hanya muncul ketika ada lomba. Guru harus terus berinovasi dalam pembelajaran sehari-hari,” pesannya.
Menurut Nurul, pembelajaran anak usia dini perlu didukung media yang nyata agar anak lebih mudah memahami materi. Guru sebaiknya tidak hanya menyampaikan konsep melalui penjelasan, tetapi juga menghadirkan objek yang dapat diamati secara langsung.
“Anak-anak PAUD itu perlu media pembelajaran yang nyata. Kalau kita membahas pohon, ya harus ada media pembelajaran yang nyata. Jadi, anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga bisa melihat dan mengenali objek yang sedang dipelajari,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara guru dan anak. Interaksi tersebut memberi kesempatan kepada anak untuk merespons, bertanya, dan terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.
“Komunikasi dua arah dengan anak menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Anak jangan hanya menjadi pendengar, tetapi perlu diberi kesempatan untuk merespons dan terlibat dalam proses belajar,” tambahnya.
Media Digital Dapat Mendukung Pembelajaran di Rumah
Selain media konkret, Nurul menyoroti pemanfaatan media pembelajaran digital yang interaktif. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang dapat dilanjutkan anak ketika berada di rumah.
“Sekarang ada media pembelajaran digital yang interaktif. Media seperti ini bisa dimanfaatkan agar anak tetap memiliki aktivitas belajar di rumah, tentu dengan pendampingan yang sesuai,” ujarnya.
Meski demikian, pemanfaatan teknologi perlu tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik anak usia dini. Media pembelajaran hendaknya membantu anak belajar secara menyenangkan dan interaktif, bukan sekadar memindahkan materi ke layar digital.
Nurul berharap guru PAUD dapat memadukan penggunaan media konkret, komunikasi dua arah, dan teknologi secara tepat. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat lebih dekat dengan pengalaman anak sekaligus mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas mereka.
Melalui lomba video pembelajaran ini, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur memberikan ruang bagi guru untuk menunjukkan kreativitas dan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
Penetapan para pemenang menjadi bagian dari rangkaian Musykerwil III PWNA Jawa Timur. Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong guru terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran PAUD yang menyenangkan, kreatif, dan berkarakter Islami. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments