Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan stunting sejak dini, khususnya pada anak balita (9/2/2026).
Tim Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan 15 mahasiswa dari empat program studi, yakni Manajemen, Teknik Industri, Ilmu Gizi, dan Kesehatan Masyarakat. Kegiatan tersebut didampingi oleh Dr. Dwita Laksmita Rachmawati, S.S., M.Li., dosen Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Gresik.
Keterlibatan lintas disiplin ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian yang terintegrasi, dengan pendekatan edukatif dan aplikatif di tengah masyarakat.
Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat, termasuk di Desa Pulorejo. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi seimbang dalam jangka panjang dan berpotensi menghambat pertumbuhan fisik serta perkembangan anak.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMG hadir secara langsung dengan menawarkan solusi yang sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan melalui pemberian PMT berbahan pangan lokal.
Pada kegiatan posyandu kali ini, PMT yang diberikan berupa puding jagung dengan tambahan santan. Menu tersebut dipilih karena memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijumpai di Desa Pulorejo serta memiliki kandungan gizi yang baik.
Jagung dikenal sebagai sumber karbohidrat dan serat, sedangkan santan berperan sebagai sumber energi yang mendukung tumbuh kembang anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal ini diharapkan dapat menjadi contoh menu sehat yang dapat diterapkan keluarga di rumah.
Selain pembagian PMT, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi langsung antara mahasiswa dan masyarakat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMG memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog dengan para orang tua mengenai kebiasaan makan anak, tantangan dalam pemenuhan gizi harian, serta potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan komunikatif, sehingga masyarakat dapat menyampaikan pengalaman serta kebutuhan mereka secara langsung.
Anak-anak terlihat antusias menerima PMT, sementara para orang tua aktif mengikuti diskusi mengenai pemenuhan gizi anak. Para kader posyandu menyampaikan bahwa kegiatan ini dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mudah diterapkan secara berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Gresik dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pendamping, perangkat desa, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata.
Ke depan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UMG berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan variasi menu PMT berbasis pangan lokal lainnya. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Langkah yang dimulai dari desa ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas.






0 Tanggapan
Empty Comments