SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam 1447 Hijriah yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan (GTK) pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru sebagai bagian dari program pembinaan keislaman dan penguatan kompetensi keagamaan di lingkungan sekolah.
Sebanyak 99 GTK mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut. Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan pemateri dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Ketua Majelis Tabligh PCM Genteng, serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Genteng. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek keislaman, termasuk pemahaman dan praktik khotbah Jumat.
Wakil bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) SMK Muda Genteng, Imam Hambali, S.H.I., menjelaskan bahwa peserta dibagi ke dalam tiga jenjang dalam kegiatan Baitul Arqam ini.
“Peserta dibagi menjadi 3 jenjang, yaitu Jenjang Ula, Wustha, dan Ulya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dari total 99 peserta, terdapat 13 orang yang masuk dalam Jenjang Ulya. Peserta pada jenjang ini merupakan mereka yang telah menyelesaikan Jenjang Ula dan Wustha pada pelaksanaan Baitul Arqam di tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta pada Jenjang Ulya mendapatkan materi terkait pemahaman rukun khotbah. Selain penyampaian materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik langsung yang dibimbing oleh Majelis Tabligh PCM Genteng.
Kegiatan diawali dengan presensi kehadiran, kemudian peserta menyimak materi yang disampaikan oleh pembimbing. Setelah itu, peserta diberikan tugas untuk menyusun naskah khotbah Jumat dengan durasi sekitar 15 menit. Naskah tersebut kemudian dipresentasikan secara bergiliran oleh masing-masing peserta.
Dalam sesi praktik, setiap peserta membacakan naskah khotbah yang telah disusun. Pembimbing kemudian memberikan masukan apabila dalam penyampaian masih terdapat kekurangan, baik dari segi isi maupun teknik penyampaian.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Salah satu peserta, Syaiful Anwar, S.Pd., mengajukan pertanyaan terkait penggunaan ayat Al-Qur’an dan hadis dalam naskah khotbah. Pembimbing menjelaskan bahwa ayat dan hadis memiliki peran penting sebagai rujukan atau dalil yang sesuai dengan tema khotbah.
Sementara itu, Dimas Purwandanu, S.Pd., yang dinobatkan sebagai peserta terbaik dalam kegiatan tersebut, menyampaikan tanggapannya.
“Saya benar-benar tak percaya atas capaian ini, tapi alhamdulilah karena sudah dikokohkan oleh pembimbing,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, khususnya bagi peserta yang berada pada Jenjang Ulya, akan direkomendasikan untuk dijadwalkan sebagai khatib di PCM masing-masing. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments