Enam sekolah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Kabupaten Gresik resmi ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI) pada awal tahun 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang sekaligus menegaskan posisi sekolah Muhammadiyah di Gresik sebagai pelopor dalam penerapan teknologi pendidikan di Indonesia.
Enam Sekolah Resmi Jadi Sekolah Model
Berdasarkan keputusan tersebut, terdapat enam lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah yang ditetapkan sebagai pelaksana program sekolah model.
Adapun daftar sekolah yang terpilih meliputi:
- TK ‘Aisyiyah 36 PPI Manyar
- SD Muhammadiyah 1 GKB
- SD Muhammadiyah Manyar
- SMP Muhammadiyah 12 GKB
- SMA Muhammadiyah 1 Gresik
- SMA Muhammadiyah 10 GKB
Penetapan ini menjadi capaian penting dalam dunia pendidikan daerah, khususnya dalam upaya mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi sejak usia dini hingga jenjang menengah.
Amanah Besar untuk Pengembangan Pendidikan
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M Fadloli Aziz, SSi, MPd, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gresik.
Menurutnya, status sebagai sekolah model bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Penetapan ini merupakan kepercayaan sekaligus amanah besar bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik dipercaya menjadi rujukan praktik baik, pengembangan kapasitas pendidik, serta diseminasi inovasi pembelajaran dalam implementasi pembelajaran mendalam, koding, dan AI,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membangun sistem pendidikan yang berkemajuan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Jadi Lokomotif Sekolah Muhammadiyah
Pencapaian ini diharapkan tidak berhenti pada enam sekolah tersebut, melainkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi sekolah Muhammadiyah lainnya di wilayah Gresik.
Majelis Dikdasmen PDM Gresik menargetkan sekolah-sekolah model ini dapat menjadi penggerak utama atau lokomotif dalam pengembangan inovasi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sekolah Muhammadiyah lainnya untuk terus berinovasi. Semoga praktik-praktik baik dari sekolah model ini dapat diimbaskan dan dikembangkan bersama demi masa depan peserta didik yang lebih cerah,” pungkasnya.
Integrasi Koding dan AI Sejak Dini
Dengan diterapkannya kurikulum berbasis koding dan kecerdasan artifisial sejak dini, Muhammadiyah Gresik optimistis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir mendalam (deep learning) yang kuat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.





0 Tanggapan
Empty Comments