Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) membekali sekitar 100 perwakilan fakultas, lembaga, dan unit kerja dengan keterampilan jurnalistik untuk memperkuat kualitas pemberitaan dan publikasi kampus. Pembekalan tersebut dilakukan melalui pelatihan jurnalistik yang digelar di Hall Sang Pencerah, lantai 8 UMG, Rabu (12/8/2026).
Pelatihan menghadirkan editor media online Muhammadiyah Jawa Timur PWMU.CO, Abdullah Sidiq Notonegoro, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar penulisan berita, penentuan nilai berita, penyusunan lead, teknik wawancara, hingga etika jurnalistik.
Sidiq mengatakan, kemampuan menulis berita penting dimiliki setiap unit karena aktivitas kampus yang memiliki nilai informasi tidak akan memberikan manfaat luas apabila tidak dikemas dan disampaikan dengan baik kepada publik.
“Berita yang menarik itu harus faktual, aktual, penting, dan menarik. Empat unsur ini tidak bisa dipisahkan jika kita ingin menghasilkan tulisan jurnalistik yang benar-benar layak dibaca,” kata Sidiq dalam pelatihan tersebut.

Ia menjelaskan, faktual berarti berita harus berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Aktual berkaitan dengan kebaruan informasi, sedangkan penting menunjukkan adanya dampak atau relevansi suatu peristiwa bagi pembaca. Adapun unsur menarik berkaitan dengan cara wartawan atau penulis mengemas informasi melalui pemilihan angle, judul, lead, dan bahasa.
Menurut Sidiq, persoalan yang sering muncul dalam pemberitaan kegiatan lembaga bukan kekurangan aktivitas, melainkan ketidakmampuan menemukan nilai berita dari aktivitas tersebut.
“Tidak semua kegiatan otomatis menjadi berita. Penulis harus mampu menemukan informasi yang penting bagi publik dari sebuah kegiatan,” ujarnya.
Karena itu, peserta juga dilatih menyusun lead yang kuat, menentukan informasi utama, menggali keterangan melalui wawancara, serta menghindari pencampuran fakta dengan opini dalam penulisan berita.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta dari berbagai unit aktif berdiskusi mengenai persoalan pemberitaan yang mereka hadapi, termasuk bagaimana membuat berita kegiatan kampus tetap menarik ketika jenis kegiatannya relatif sama atau berulang.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya UMG meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi dan komunikasi publik di lingkungan kampus. Setiap unit diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang lebih informatif, faktual, dan sesuai kaidah jurnalistik.
Dengan keterampilan tersebut, publikasi kegiatan UMG diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi internal, tetapi mampu menjadi sumber informasi bagi mahasiswa, sivitas akademika, mitra, dan masyarakat mengenai berbagai aktivitas serta kontribusi universitas.***





0 Tanggapan
Empty Comments