Jumat (7/11/2025) menjadi hari bersejarah bagi SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (MIOSI). Bertempat di Aula Masjid At-Tanwir, Misbach, S.Ag., M.Pd., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, secara resmi melantik Mahyuddin Syaifullah, M.Pd., Gr., sebagai Kepala Sekolah baru menggantikan Moch. Mughir, S.Ag., M.Pd.
Pelantikan yang berlangsung khidmat pukul 13.00 WIB itu menandai babak baru perjalanan sekolah yang berdiri sejak 2017. Sebagai kepala sekolah kedua, Mahyuddin mengemban amanah besar untuk melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun, khususnya dalam mewujudkan cita-cita besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Mahyuddin mengungkapkan kekagumannya terhadap kesungguhan PCM Sidoarjo dalam mendirikan MIOSI. Ia menyoroti visi dan kerja keras luar biasa sejak awal pendirian.
“Cita-cita besar PCM Sidoarjo terlihat dari kesungguhannya yang luar biasa. Tahun 2017, mereka bukan hanya membangun gedung empat lantai, tetapi juga menyiapkan visi-misi yang matang, kurikulum yang terencana, serta proses rekrutmen guru dan karyawan yang sangat selektif. Lebih dari 100 peserta mengikuti seleksi, dan hanya belasan yang terbaik yang terpilih,” ujar Mahyuddin.
Menurutnya, hal itu menunjukkan prinsip kerja PCM Sidoarjo yang mengedepankan kerja cepat, tepat, dan selamat, dengan tujuan mempercepat lahirnya lembaga pendidikan unggul di Kabupaten Sidoarjo.
Mahyuddin juga menyoroti kontribusi penting amal usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di bawah PCM Sidoarjo. Berdirinya MIOSI merupakan hasil sinergi kuat dari SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
“Kami tidak bisa terlepas dari kontribusi besar AUM lain yang membantu secara finansial, pemikiran, dan tenaga. Pada awal berdiri, kami menerima banyak hibah aset, mulai meja, lemari, hingga mobil hibah. Salah satunya berasal dari SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Ini bukti nyata pentingnya kolaborasi antaramal usaha,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa semangat sinergi dan saling mendukung harus terus dikobarkan agar seluruh AUM di bawah PCM Sidoarjo dapat maju bersama.
Dalam kesempatan itu, Mahyuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah sebelumnya, Moch. Mughir, atau yang akrab disapa Ustaz Mughir.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Ustaz Mughir yang selama delapan tahun lebih telah memberikan motivasi, inspirasi, dan ruang bertumbuh bagi kami. Dukungan beliau terhadap peningkatan kompetensi guru dan karyawan luar biasa. Setiap guru yang ingin melanjutkan studi, baik S2 maupun S3, selalu diizinkan dan didukung penuh,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Sekolah Sebagai Pusat Kaderisasi dan Dakwah
Mahyuddin menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga wadah kaderisasi dan pusat dakwah Muhammadiyah.
Ia juga menyoroti tantangan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
“Kita tidak boleh alergi terhadap perubahan. Dunia sudah berubah, teknologi telah memengaruhi pola pikir dan paradigma wali murid,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan pendidikan kini bergeser: dari fokus pada akademik dan kedisiplinan menjadi perhatian terhadap kreativitas dan kebahagiaan anak. Begitu pula dengan peran orang tua yang kini lebih kritis dan ingin terlibat langsung dalam proses pendidikan.
“Perubahan adalah pilihan: apakah kita menjadi subjek atau objek. Jika kita ingin menjadi subjek, kita harus berani bekerja keras dan keluar dari zona nyaman. Jika tidak, kita akan tertinggal,” jelasnya.
Filosofi tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Risalah Islam Berkemajuan, khususnya semangat ijtihad, yang mendorong warga Muhammadiyah untuk terus berpikir dan berinovasi dalam pendidikan.
Menutup sambutannya, Mahyuddin berharap SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo dapat berperan aktif sebagai lembaga pendidikan yang juga menjadi pusat kaderisasi dan dakwah.
“Semoga dari MIOSI lahir kader-kader terbaik yang kelak menjadi pengurus ranting, cabang, daerah, wilayah, bahkan pusat Muhammadiyah. Lebih dari itu, mereka juga mampu berkiprah di pemerintahan dengan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan,” pungkasnya.


0 Tanggapan
Empty Comments