Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran dengan menyatakan siap menghancurkan fasilitas listrik negara tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran sudah mengetahui langkah yang harus diambil untuk menghindari serangan.
“Kepemimpinan rezim baru tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan dengan cepat,” tulis Trump di Truth Social, Jumat (3/4/2026).
Trump juga menambahkan bahwa Amerika Serikat belum sepenuhnya mengerahkan kekuatannya. “Kami bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul setelah serangan udara AS menghantam jembatan B1 di dekat Teheran. Media pemerintah Iran melaporkan delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Di tengah situasi tersebut, kantor berita Tasnim mengklaim Iran berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 milik AS di wilayah tengah. Namun, klaim itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Washington.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa militer AS akan meningkatkan serangan dalam beberapa pekan ke depan. “Kami akan mengembalikan mereka ke zaman batu,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan sindiran keras. “Tidak akan ada minyak atau gas yang dipompa di Timur Tengah saat itu,” katanya melalui platform X.
Araghchi juga mempertanyakan sikap publik Amerika. “Apakah rakyat Amerika benar-benar ingin memutar kembali waktu?” ujarnya.
Ketegangan yang meningkat turut berdampak pada jalur energi global. Iran dilaporkan telah menutup akses kapal tanker di Selat Hormuz sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments