Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk menguasai sumber minyak Iran, bahkan membuka kemungkinan merebut Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor energi utama negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Financial Times di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, seiring pengerahan ribuan pasukan tambahan AS ke Timur Tengah. Langkah militer tersebut dilakukan saat konflik dengan Iran telah memasuki bulan kedua.
“Secara jujur, hal yang paling saya inginkan adalah mengambil minyak Iran,” ujar Trump dilansir dari Detik.com, Selasa (31/3/2026).
Ia juga membandingkan pendekatan tersebut dengan kebijakan AS di Venezuela, di mana Washington berupaya mengendalikan sektor energi dalam jangka panjang.
Trump turut mengisyaratkan kemungkinan merebut Pulau Kharg, meski belum menjadi keputusan final. Ia menyebut AS memiliki banyak opsi, termasuk menguasai wilayah strategis tersebut yang menjadi jalur utama ekspor minyak Iran.
Pulau Kharg sendiri dikenal sebagai fasilitas vital karena menjadi jalur utama pengiriman minyak Iran ke pasar global.
Komentar Trump muncul di tengah lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan melampaui 116 dolar AS per barel setelah konflik antara AS, Israel, dan Iran terus memanas.
Dalam pernyataannya, Trump menilai pertahanan Iran di pulau tersebut tidak terlalu kuat dan menyebut potensi pengambilalihan dapat dilakukan dengan relatif mudah. Namun, ia juga mengakui bahwa langkah semacam itu akan menuntut kehadiran militer AS dalam jangka waktu tertentu.
Sementara itu, Pentagon telah memerintahkan pengerahan sekitar 10.000 personel untuk mendukung kemungkinan operasi darat. Sebagian pasukan, termasuk ribuan marinir, telah tiba di kawasan, sementara sisanya masih dalam perjalanan.
Di sisi lain, sejumlah pihak memperingatkan bahwa rencana serangan atau penguasaan Pulau Kharg berisiko meningkatkan eskalasi konflik dan membahayakan pasukan AS di lapangan. Selain itu, langkah tersebut juga dikhawatirkan memperpanjang perang dengan Iran yang sudah berdampak luas pada stabilitas kawasan dan ekonomi global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments