Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) melalui tim dosen Fakultas Hukum melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Eks-Pekerja Seks Komersial dalam Meningkatkan Kemahiran Bekerja melalui Pro-PathWay Digital.”
Kegiatan ini berlangsung di Kampung Baru Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, dan diikuti oleh puluhan eks-pekerja seks komersial yang kini tengah berproses membangun kehidupan baru yang lebih produktif dan bermartabat.
Acara dibuka oleh perwakilan tim pengabdi dengan sambutan yang menekankan pentingnya pemberdayaan sosial berbasis inklusi digital. Program ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan nyata bagi kelompok rentan, khususnya perempuan eks-pekerja seks komersial, agar memiliki keterampilan dan kesiapan kerja di era transformasi digital.
Dalam kegiatan ini hadir dua narasumber utama yang memberikan materi strategis.
Dr. Levina Yustitianingtyas, dosen Fakultas Hukum UM Surabaya, menyampaikan materi “Hak-Hak Pekerja dan Perlindungan Hukum bagi Mantan Pekerja Seks Komersial.” Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab melindungi setiap warga negara tanpa diskriminasi, termasuk memberikan kesempatan bagi eks-pekerja seks untuk mengakses pekerjaan layak.

“Pengakuan terhadap hak-hak pekerja tanpa stigma merupakan fondasi penting dalam membangun keadilan sosial,” ujar Dr. Levina di hadapan peserta.
Sesi berikutnya disampaikan oleh L. Ya Esty Pratiwi, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum UM Surabaya, dengan topik “Upaya Peningkatan Kualitas Hidup melalui Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi bagi Eks-Pekerja Seks Komersial.” Ia menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan melalui pelatihan keterampilan digital dan penguatan mentalitas mandiri.
“Program Pro-PathWay Digital tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi juga mengubah cara pandang peserta terhadap masa depan mereka. Kemandirian dimulai dari kemampuan untuk mengenali dan mengelola potensi diri,” tutur L. Ya Esty Pratiwi.
Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan langsung mengenai penggunaan perangkat digital sederhana untuk mendukung usaha mandiri. Peserta diajarkan promosi produk melalui media sosial, pembuatan katalog digital, serta pencatatan keuangan berbasis aplikasi. Para peserta tampak antusias mencoba berbagai fitur teknologi yang diperkenalkan oleh tim pengabdi.
Salah satu peserta, Bu Warsitho, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut.
“Kami merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk belajar hal baru. Saya berharap bisa memulai usaha kecil dan memanfaatkan media sosial setelah pelatihan ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Program ini diakhiri dengan sesi diskusi dan refleksi bersama, di mana peserta berbagi pengalaman serta harapan untuk masa depan yang lebih baik. Tim pengabdi berharap kegiatan ini menjadi awal dari model pemberdayaan berkelanjutan berbasis digital di lingkungan masyarakat rentan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Surabaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga agen perubahan sosial yang menghadirkan keadilan dan kemandirian bagi masyarakat di akar rumput.







0 Tanggapan
Empty Comments