Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang dekat dengan denyut nadi umat. Dalam gelaran CRM Awards VI yang berlangsung di Masjid Al Jihad, Banjarmasin, 13–16 November 2025, kampus ini dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) Peduli Cabang Ranting Terbaik.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat akademik, tetapi juga mitra strategis dalam memajukan cabang dan ranting Muhammadiyah.
Komitmen yang Hadir di Akar Rumput
Masjid Al Jihad—masjid percontohan nasional menurut Ketua LPCRPM, Drs. H. Jamaludin Ahmad, S.Psi—menjadi saksi penganugerahan ini. Dalam sambutannya, Jamaludin menegaskan pentingnya kolaborasi PTMA untuk memakmurkan masjid dan ranting.
“Cara terbaik memakmurkan masjid cabang ranting adalah dengan berkolaborasi bersama PTMA,” ujarnya. Ia menyebut baru sekitar 10 PTMA yang aktif mendukung program ini, dan UM Surabaya menjadi salah satu yang paling menonjol.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes, dan diterima Wakil Rektor I UM Surabaya. Penyerahan ini sekaligus menegaskan bahwa kepedulian terhadap persyarikatan merupakan bagian utuh dari misi akademik kampus.
Delapan Kriteria Penentu
UM Surabaya dinilai unggul karena memenuhi delapan kriteria yang ditetapkan LPCRPM—sebuah standar yang memastikan kepedulian kampus berbentuk program nyata dan berkelanjutan. Delapan kriteria tersebut meliputi:
- Program unggulan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat ranting.
- Alokasi anggaran khusus yang terencana dan terukur.
- Sistem pembinaan SDM bagi pejabat, dosen, dan pegawai agar aktif berkontribusi di ranting.
- Nota kesepahaman resmi disertai bukti implementasi program.
- Pembinaan formal dan berkelanjutan bagi cabang-ranting.
- Unit atau lembaga khusus yang fokus pada pengembangan cabang-ranting.
- Laporan berbasis dampak, bukan sekadar daftar kegiatan.
- Dokumentasi dan publikasi praktik baik sebagai inspirasi dan kontribusi keilmuan.
Konsistensi UM Surabaya dalam memenuhi kriteria tersebut menjadikannya unggul dibandingkan PTMA lain.
Meriah dengan Kehadiran Ribuan Utusan
Kongres CRM Awards VI tahun ini berlangsung semarak. Ketua PWM Kalimantan Selatan, Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan dihadiri 624 peserta dari cabang dan ranting di 31 provinsi, dan total lebih dari 1.000 peserta termasuk penggembira.
Sebagai tuan rumah, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Khudzaifah Dimyati, S.H., M.Hum., sukses memfasilitasi seluruh rangkaian acara, mulai dari tempat kongres hingga expo karya cabang-ranting.
Standar Baru untuk PTMA
Raihan ini bukan sekadar kemenangan simbolik. UM Surabaya menetapkan standar baru bagi PTMA: bahwa keberhasilan kampus tidak hanya diukur dari indeks publikasi atau gedung modern, tetapi dari kemampuannya turun ke bawah—mendampingi, memperkuat, dan memakmurkan umat hingga tingkat ranting.
Inilah pesan penting dari CRM Awards VI: bahwa masa depan Muhammadiyah akan semakin kuat bila kampus-kampusnya hadir di tengah masyarakat, menjadi mitra perubahan, dan menjaga agar cabang dan ranting tetap hidup, dinamis, dan berdaya.






0 Tanggapan
Empty Comments