Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Urgensi Putusan Tarjih Dibahas di SMAMDA Tower, Ini Pesan Pentingnya

Iklan Landscape Smamda
Urgensi Putusan Tarjih Dibahas di SMAMDA Tower, Ini Pesan Pentingnya
Imam Mahfudzi, S.Ag., M. Fil Wakil Ketua PDM Sidoarjo saat memberikan Kultum. Photo Sumardani / PWMU.CO
pwmu.co -

Beragama harus berdiri di atas dalil yang kuat sekaligus menjunjung tinggi toleransi dalam perbedaan khilafiyah. Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Baitul Arqom yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya di SMAMDA Tower, Ahad (1/3/2026), dengan fokus penguatan ideologi dan pemahaman hukum Islam.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu materi inti yang menjadi sorotan adalah urgensi Putusan Tarjih sebagai pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam menjalankan ajaran Islam secara argumentatif dan bertanggung jawab.

Urgensi Putusan Tarjih bagi Warga Muhammadiyah

Materi bertajuk Urgensi Putusan Tarjih tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Achmad Zuhdi D. H., M.Fil., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah secara institusi tidak berafiliasi pada mazhab fikih tertentu, melainkan berpegang pada kekuatan dalil.

Menurutnya, jika Muhammadiyah kerap dianggap dekat dengan mazhab tertentu seperti Mazhab Hanafi, hal tersebut bukan karena afiliasi resmi, melainkan kesamaan metode berpikir hukum yang berlandaskan argumentasi rasional dan dalil yang kuat.

“Muhammadiyah itu mengutamakan dalil daripada mazhab. Mana yang paling kuat dalilnya, itulah yang kita ambil karena itulah yang mendatangkan kemaslahatan,” ujar Prof. Zuhdi.

Ia juga mencontohkan keselarasan pandangan Muhammadiyah dengan Imam Syafi’i dalam praktik zikir setelah shalat yang dilakukan secara sirr (pelan), sebagai bentuk pengambilan pendapat yang didasarkan pada dalil, bukan fanatisme mazhab.

Karakter Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Selain menjelaskan prinsip pengambilan hukum, Prof. Zuhdi menggarisbawahi dua karakter utama dalam Manhaj Tarjih Muhammadiyah:

Iklan Landscape UM SURABAYA

1. Bersifat Terbuka
Putusan tarjih tidak bersifat kaku dan final tanpa ruang evaluasi. Muhammadiyah terbuka terhadap kritik, masukan, serta kemungkinan peninjauan ulang apabila ditemukan dalil atau argumen yang lebih kuat.

2. Bersifat Toleran
Ia menekankan pentingnya sikap toleran dalam menyikapi perbedaan praktik ibadah. Warga persyarikatan diingatkan agar tidak mudah menyalahkan amalan yang tidak mereka lakukan.

“Kita harus toleran terhadap kegiatan atau amalan yang tidak kita lakukan. Jangan menganggap aneh atau menyalahkan mereka yang melaksanakan qunut, misalnya. Itulah esensi warga Muhammadiyah yang sebenarnya,” tegasnya.

Beragama Cerdas dan Menjaga Kerukunan

Melalui kegiatan Baitul Arqom ini, PCM Ngagel berharap peserta memahami bahwa Putusan Tarjih bukan sekadar aturan normatif, melainkan kompas dalam menjalankan ajaran Islam secara cerdas dan bertanggung jawab. Pendekatan ini menuntun warga Muhammadiyah untuk berpegang pada dalil yang shahih, sekaligus menjaga harmoni di tengah perbedaan khilafiyah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan ideologi agar warga persyarikatan semakin matang dalam memahami ajaran Islam, tidak tekstual semata, namun tetap berlandaskan metodologi yang kokoh dan menjunjung nilai ukhuwah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu