Sepuluh Tips Membuat Presentasi Power Point yang Menarik dan Bernilai Seni

137
Pasang Iklan Murah
Ahmad Nasafi ketika menyampaikan materi pembuatan PPT. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Anggota Tim Sinergi Informasi dan Teknologi (IT) Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Gresik Ahmad Nasafi SPd mengatakan membuat presentasi power point (PPT) harus memiliki nilai seni, sehingga tak berisi tulisan semata.

Nasafi menyampaikan hal itu dalam IT Implementation Traning, E-Learning, Digital Media and Teacher as Film Maker, yang digelar di Laboratorium Komputer SMPM 12 GKB, Selasa (9/7/19).

iklan

Dalam kegiatan yang diikuti 20 guru dari SDM 1 GKB, SDM 2 GKB, SMPM 12 GKB, dan SMAM 10 GKB ini Nasafi menguraikan tentang teknis pembuatan PPT yang punya nilai estetika sehingga memiliki nilai positif dalam proses pembelajaran.

“PPT harus dijadikan media kreatif dalam proses mengajar di kelas. Maka, cara membuatnya harus lebih kreatif dan tidak asal-asalan,” ujarnya SAMBIL memberikan 10 tips efektif supaya peserta pelatihan bisa membuat PPT lebih menarik untuk dijadikan media belajar di kelas.

Untuk tips 1-3 dia meminta peserta agar memperhatikan desain PPT yang dibuat sendiri, desain layout yang ada di aplikasi, dan posisi letak tulisan per slide yang konsisten. “Tiga point ini berkaitan dengan pembuatan background PPT sesuai sesuai dengan tema, tata letak, dan posisi teks, dimulai dari samping kanan, kiri, atau atas. Ini harus konsisten, tidak boleh ganti-ganti,” paparnya.

Suasana pelatihan materi pembuatan PPT (Ichwan Arif/PWMU.CO)

Untuk tips 4-7, Nasafi mengatakan, “Jadikan slide Anda semenarik mungkin. Cobalah skema warna yang berbeda sehingga unsur estetika muncul, edit slide secara konsisten, dan gunakan fitur atau fasilitas PPT untuk atur posisi paragraf, ” jelasnya.

Menurutnya, bentuk PPT bisa diubah jadi PDF sehingga tampilan lebih beragam, skema warna lebih bervariasi, dan memunculkan garis-garis dalam slide untuk menambah unsur estetika.

Untuk tips 8-10, Nasafi pun menjelaskan bahwa PPT harus memegang rambu: gunakan koneksi gambar, desain font atau huruf di PPT secara mandiri yang dicari dari beberapa sumber lain di luar software PPT, dan kurangi konten tulisan.

“Penyakit ini yang sering melanda guru dalam pembuatan PPT adalah minimnya unsur gambar, grafis, dan slide penuh dengan tulisan. Mulai sekarang, hindari slide PPT yang penuh dengan tulisan. Power point itu bukan makalah tetapi slide yang berisi point-point yang akan kita sampaikan di kelas,” terangnya. (Ichwan Arif)