Gadis Cilik Sumbang Korban Banjir, Semangat Filantropi Diabadikan lewat Tulisan

109
Pasang Iklan Murah
Dari kanan: Zainul Muslimin, Syamsuddin, Fathina Syifa, dan Ali Sahidu,. (Zaki/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lembaga Zakat, Infaq, Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur mempunyai cara tersendiri dalam meningkatkan kompetensi para fundriser (penggalang dana). Mereka mengadakan Workshop Jurnalistik Filantropi, Sabtu-Ahad (6-7/1/18). Sebanyak 30 peserta dari berbagai Kabupaten/Kota mengikuti acara yang berlangsung di Aula KH Mas Mansur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim.

Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin mengupas 2 ayat terakhir surat Al Kahfi yang dibacakan Muhammad Raisullah MPd dalam pembukaan kegiatan. “Ada kandungan yang dapat kita pelajari dari ayat terakhir surat Al-Kahfi. Untuk mencapai kemenangan akhir berjumpa dengan sang Khaliq, maka kita harus, pertama, beramal atau bekerja menjalani tugas sebagai amil,” tuturnya.

Hal kedua, lanjutnya, tidak menduakan atau syirik kepada Allah.”Jadi kita harus fokus dalam menjalani tugas amil itu,” pesannya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr Syamsuddin MAg, yang membuka cara in mengatakan masyarakat sekarang sudah meningkat kesadarannya dalam berderma. “Ini sudah menjadi tugas fundrising untuk menangkap peluang dengan menjadi wadah yang terpercaya dalam menerima segala bentuk bantuan,” ujarnya.

Dewan Syariah Lazismu Jatim ini juga menjelaskan kegiatan Lazismu bisa berkembang dalam penyalurannya. “Dan melalui pelatihan ini diharapkan kader Lazismu dapat mengabadikannya dalam kegiatan jurnalistik,” ungkapnya.

Sesi pemberian bantuan secara simbolik oleh salah satu siswa sekolah dasar menjadi perhatian peserta. Fathina Syifa, putri Ali Sahidu, peserta asal Malang, rela datang jauh-jauh untuk memberikan bantuan berupa pakaian, mainan anak-anak, dan buku cerita kesayangannya untuk disumbangkan ke warga Pacitan yang terkena bencana banjir.

Siswi SD Muhammadiyah 3 Malang ini merasa iba dan tersentuh hatinya setiap melihat acara di tv tentang bencana di Pacitan. Dengan mengumpulkan barang kesayangannya, dia telah memberikan contoh nyata kegiatan filantropi.

Banyak peserta yang tertegun dan menjadikan momen penyerahan simbolik ini sebagai momen untuk melatih kegiatan jurnalistiknya. Bambang Setyo Utomo, peserta asal Pacitan mengaku tersentuh oleh kepedulian Fathina. “Sampai sekarang Pacitan memang masih rawan longsor dan segala bentuk bantuan sangat berarti buat kami,” ucapnya.

Semangat filantropi! (Zaki Abdul Wahid/TS)