Sejak Jumat (12/9/2025) pagi sampai sore, saya bersama Penasihat Ahli Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, Ir Hon Jaelani bertugas melaksanakan visitasi sekaligus penjurian Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) ke-3 tahun 2025.
Penjurian ini berlangsung di SD Muhammadiyah 1 Bawean (SD Mutu Bawean), SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura (SMP Mutiara), dan SMA Muhammadiyah 2 Sangkapura.
Saya merasakan ada sambutan yang meriah ketika kami datang di SD Mutu Bawean. Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sangkapura, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, para murid, hingga orang tua dan wali murid SD Mutu Bawean menyambut kami dengan penuh keakraban.
Tak ketinggalan, iringan musik drumband murid SD Mutu Bawean membuka suasana dengan semarak dan ceria. Penghormatan SD Mutu Bawean terhadap dewan juri LLSMS ditunjukkan dengan pemberian topi atau ikat kepala khas Bawean yang dipakaikan saat juri datang.
Semua murid bersama para guru dan dewan juri melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat di awal kedatangan, dipimpin oleh beberapa murid SD Mutu Bawean, SMP Mutiara, dan SMA Muhammadiyah 2 Sangkapura.
Apresiasi dari Kepala SD Mutu Bawean, Majelis Dikdasmen PNF PCM Sangkapura, dan PDM Gresik
Kepala SD Mutu Bawean, Nur Laily MPd mengaku terkesan dengan adanya lomba LLSMS.
“Adanya LLSMS ini membuat seluruh warga sekolah tergerak untuk saling gotong royong memperbaiki sarpras sekolah. Apa-apa yang menjadi catatan dewan juri pada even LLSMS sebelumnya juga menjadi perhatian untuk memperbaiki lingkungan sekolah saat ini,” tutur Ustazah Lely, panggilannya.
Ia juga menceritakan inovasi yang dilakukan sekolah dalam menyiapkan lingkungan sekolah sehat dan nyaman, yaitu menghijaukan ruang kelas dan halaman sekolah, menyediakan gazebo sekolah berukuran 8 x 5 meter untuk pembelajaran outdoor, menyediakan bank sampah untuk sampah plastik, dan mengadakan tempat sampah organik serta anorganik.
Ia berharap ke depan sekolah bersama Majelis Dikdasmen PNF PCM Sangkapura bisa bersinergi meningkatkan sarpras, seperti ruang UKS, perpustakaan, penanaman pohon yang bermanfaat di taman sekolah, serta pengolahan sampah yang saat ini belum terealisasi secara berkelanjutan di SD Mutu.
Dengan demikian, pada even LLSMS berikutnya akan tampak inovasi yang dilakukan sekolah untuk menjadi sekolah sehat yang peduli lingkungan.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sangkapura, Kemas Saiful Rizal SE MM menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras semua pihak.
“LLSMS ini membuat perubahan besar dalam mindset warga sekolah, guru, murid maupun wali murid untuk menjadikan sekolah yang bersih dan menyenangkan. Seperti wali murid SD Mutu Bawean yang bahu-membahu bergotong royong dalam sebulan terakhir ini. Mereka bekerja keras membuat sekolah menjadi nyaman dengan membuat taman sekolah yang indah dan menghias kelas sesuai tema,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya LLSMS ini ia yakin sekolah-sekolah Muhammadiyah di Bawean akan terus berbenah untuk menciptakan sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman digunakan murid-murid untuk belajar, bertumbuh, dan beraktivitas.
Saya sendiri menyaksikan perubahan signifikan dari kenampakan fisik SD Mutu Bawean. Halaman sekolah yang pada LLSMS 2 tahun 2022 hanya memiliki satu pohon perindang, kini sudah mempunyai banyak pohon perindang, gazebo yang luas, taman-taman kelas yang indah, dan lapangan bola voli yang representatif.
Tampak dalam pandangan kami keakraban semua stakeholder, baik itu pimpinan Majelis Dikdasmen PNF PCM Sangkapura, kepala sekolah, guru, wali murid, maupun jamaah Masjid Sholihien yang ada dalam kompleks SD Mutu Bawean.
“Lingkungan yang ramah, banyak pepohonan, nuansa kelas yang ceria, makanan yang sehat bergizi, dan toilet yang bersih terlihat di SD Mutu Bawean,” pikir saya.
Beberapa indikator penilaian LLSMS ini, yaitu lingkungan sekolah sehat secara umum, taman sekolah yang rindang, kantin sekolah yang higienis, dan toilet sekolah yang bersih, cukup terpenuhi di sekolah tersebut.






0 Tanggapan
Empty Comments