Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah militer berupa operasi darat di Iran. Informasi tersebut diungkap seorang pejabat Gedung Putih kepada The Washington Post yang menyebut Pentagon telah menyiapkan skenario operasi selama beberapa pekan.
Dilansir dari CNN Indonesia pada Ahad (29/3/2026), para pejabat AS menegaskan, opsi tersebut kemungkinan tidak akan mengarah pada invasi besar-besaran. Operasi yang dipertimbangkan lebih terbatas, dengan melibatkan pasukan khusus serta infanteri konvensional dalam skala tertentu.
Namun demikian, belum ada kepastian apakah Trump akan menyetujui seluruh rencana, sebagian, atau bahkan tidak melaksanakannya sama sekali.
Situasi ini mencuat di tengah meningkatnya tensi konflik. Militer AS sebelumnya mengumumkan pengiriman sekitar 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah, saat konflik dengan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di sisi lain, Trump sempat menyatakan bahwa Washington dan Teheran membuka peluang menuju perundingan. Ia menilai Iran memberi sinyal positif. Akan tetapi, klaim tersebut dibantah pihak Iran yang tetap menolak kemungkinan dialog langsung.
Mengutip Al Jazeera, Trump juga kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia mendesak Teheran untuk mengakui kekalahan dan mengancam akan mengambil tindakan besar jika Iran terus menghambat jalur strategis Selat Hormuz.
Perbandingan Kekuatan Militer
Dari sisi kekuatan, Angkatan Darat Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu yang paling modern dan kuat di dunia. Personel aktifnya mencapai lebih dari 450 ribu, didukung ratusan ribu pasukan Garda Nasional dan cadangan. Kekuatan ini diperkuat oleh ribuan tank, kendaraan lapis baja, artileri, serta teknologi persenjataan mutakhir.
Analis militer seperti David Petraeus dan Michael E. O’Hanlon menilai dominasi militer AS juga ditopang oleh anggaran pertahanan yang sangat besar, bahkan mencapai sekitar sepertiga dari total belanja militer global.
Sementara itu, Iran memiliki sekitar 610 ribu personel aktif. Kekuatan tersebut mencakup angkatan darat reguler serta sekitar 190 ribu anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang berperan penting dalam pengembangan rudal, drone, dan operasi regional.
Selain itu, Iran juga didukung ribuan personel di angkatan laut, udara, dan unit pertahanan udara, serta sekitar 350 ribu pasukan cadangan yang berasal dari veteran dan relawan.
Berdasarkan indeks Global Firepower, Iran termasuk dalam 20 besar kekuatan militer dunia, dilihat dari jumlah personel, peralatan, dan kemampuan logistik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments