Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Baitul Arqom Dosen dan Tendik UMLA: Menguatkan Peran Kader dalam Pengembangan Cabang dan Ranting

Iklan Landscape Smamda
Baitul Arqom Dosen dan Tendik UMLA: Menguatkan Peran Kader dalam Pengembangan Cabang dan Ranting
Dr. Hasan Ubaidillah saat menyampaikan materinya di hadapan peserta Baitul Arqom UMLA. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Baitul Arqom Dosen dan Tenaga Kependidikan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menghadirkan materi strategis dalam penguatan peran kader Muhammadiyah.

Pada sesi bertajuk Peran Kader dalam Pengembangan Cabang dan Ranting, Dr. Hasan Ubaidillah, SE., MM. Ketua LPCRPM PWM Jatim tampil sebagai pemateri, Jumat [27/2/2026]

Sejak awal sesi, suasana dibuat cair melalui ice breaking yang mengundang antusiasme peserta. Pendekatan tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun dialog interaktif seputar dinamika aktivitas Muhammadiyah. Diskusi berkembang hangat sebelum pemateri memasuki pokok bahasan mengenai penguatan Cabang dan Ranting.

Dalam pengantarnya, Hasan Ubaidillah terlebih dahulu menegaskan posisi dosen dalam persyarikatan. Menurutnya, dosen Muhammadiyah bukan sekadar tenaga akademik, melainkan intelektual organik persyarikatan. Ia menjelaskan perbedaan antara intelektual organik dan intelektual tradisional.

 “Intelektual tradisional cenderung berada di menara gading, sementara intelektual organik hadir, berpihak, dan terlibat langsung dalam denyut perjuangan umat,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa setiap dosen di lingkungan Muhammadiyah harus merawat kesadaran ideologis dan berkontribusi nyata terhadap gerak organisasi.

“Dosen tidak cukup hanya mengajar dan meneliti. Ia harus menjadi bagian dari solusi umat serta mengambil peran strategis dalam penguatan Cabang dan Ranting,” tegas Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Selain sebagai intelektual organik, dosen juga diposisikan sebagai agen transformasi sosial. Melalui pemikiran kritis, proses pendidikan, dan aksi nyata di masyarakat, dosen Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Peran ini semakin relevan di tengah kompleksitas persoalan umat yang menuntut respons cepat, adaptif, dan berbasis nilai Islam berkemajuan.

Hasan Ubaidillah juga menyampaikan bahwa dosen memiliki tanggung jawab sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat. Kehadiran dosen Muhammadiyah harus bersifat transformatif dan solutif, bukan semata-mata administratif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dengan demikian, kontribusi akademik berpadu dengan praksis sosial dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.

Memasuki pembahasan mengenai Cabang dan Ranting, diskusi semakin intens. Berbagai problematika mengemuka, mulai dari lemahnya tata kelola organisasi, minimnya kaderisasi yang sistematis, hingga administrasi yang belum tertib. Selain itu, keterbatasan inovasi program serta rendahnya literasi digital dan manajerial turut menjadi tantangan serius.

“Cabang dan Ranting adalah ujung tombak gerakan persyarikatan. Jika di level ini lemah, maka denyut dakwah di masyarakat pun ikut melemah,” ungkapnya.

Ia mendorong sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan struktur Cabang dan Ranting untuk menghadirkan pendampingan, penguatan manajemen, serta inovasi program berbasis kebutuhan lokal.

Sebagai Ketua LPCRPM, Hasan Ubaidillah juga menegaskan pentingnya pengembangan masjid sebagai basis gerakan. Menurutnya, masjid merupakan wadah strategis dan masif dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah.

“Masjid tidak hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat, penguatan ideologi, kaderisasi, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas ayah empat putra ini.

Optimalisasi peran masjid dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi. Dengan pendekatan terstruktur dan berbasis nilai Islam berkemajuan, masjid diharapkan menjadi pusat transformasi sosial yang berdampak nyata.

Melalui sesi ini, Baitul Arqom UMLA tidak hanya menjadi forum pembekalan ideologis, tetapi juga ruang refleksi strategis. Diskusi yang hidup antara pemateri dan peserta menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat Cabang dan Ranting sebagai fondasi utama gerakan Muhammadiyah. Dengan peran aktif dosen dan tenaga kependidikan, diharapkan gerak persyarikatan semakin membumi, terorganisir, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu