SMP Muhammadiyah 8 Batu kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam ajang School in Action Competition pada gelaran Batu Youth Fest 2026. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan prestasi hattrick sekolah tersebut setelah tiga tahun berturut-turut meraih juara pertama dalam kompetisi kreativitas seni dan budaya pelajar tingkat SMP se-Kota Batu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Batu.
Prestasi tersebut diraih melalui pertunjukan seni budaya Reyog bertajuk “Krida Taruna Surya” di halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (9/10/2026).
Sebanyak 61 murid terlibat dalam pertunjukan yang memadukan beragam karakter seni tradisional tersebut. Penampilan Jathilan Putri yang lincah dan anggun berpadu dengan ketegasan gerakan Warok, kewibawaan Klono Sewandono, serta kelincahan dan kejenakaan Ganong. Pertunjukan semakin memukau dengan hadirnya Dadak Merak Reyog yang megah dan penuh semangat.
Penampilan tersebut berhasil memikat perhatian penonton dan dewan juri. Kreativitas, kekompakan, serta semangat para murid dalam membawakan seni tradisi menjadi bagian penting dari keberhasilan SMP Muhammadiyah 8 Batu mempertahankan prestasinya.
Penghargaan atas kemenangan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu pada Sabtu (10/10/2026). Selain memperoleh piagam penghargaan, SMP Muhammadiyah 8 Batu juga menerima uang pembinaan sebesar Rp2.000.000.
Buah dari Kedisiplinan
Guru pendamping sekaligus pelatih tim seni, Via, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kedisiplinan, latihan intensif, dan kekompakan seluruh murid yang terlibat.
“Prestasi hattrick ini merupakan buah dari kedisiplinan, latihan intensif, serta kekompakan luar biasa para murid. Melihat semangat dan totalitas mereka saat menampilkan seni tradisi Reyog di panggung Balai Kota Among Tani sungguh mengharukan sekaligus membanggakan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, para guru, dan orang tua murid yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Terima kasih atas dukungan penuh dari pihak sekolah, para guru, dan orang tua murid yang senantiasa mengiringi perjuangan kami hingga kembali meraih Juara 1,” tambahnya.
Keberhasilan pada 2026 ini melengkapi catatan prestasi SMP Muhammadiyah 8 Batu dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, sekolah tersebut meraih Juara 1 melalui pertunjukan bertajuk “Tari de Kleine of Switzerland”. Penampilan yang melibatkan tujuh penari utama dan 50 penari flashmob itu menggambarkan keindahan alam Kota Batu sebagai secuil surga di bumi.
Pada 2025, prestasi tersebut kembali dipertahankan melalui pertunjukan Tari Saman yang melibatkan 71 murid. Kekompakan gerakan dan ketepatan irama menjadi daya tarik utama penampilan mereka.
Sementara itu, pada 2026, pertunjukan Reyog “Krida Taruna Surya” yang melibatkan 61 murid sukses mengantarkan sekolah tersebut meraih gelar hattrick Juara 1.
Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi SMP Muhammadiyah 8 Batu dalam mengembangkan bakat dan kreativitas murid sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya Nusantara. Prestasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, dan turut melestarikan warisan budaya bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments