Panitia Lokal Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah mengintensifkan konsolidasi lintas instansi dengan Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta struktur Persyarikatan Muhammadiyah untuk menyongsong agenda nasional yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Februari 2027.
Ketua Panitia Lokal Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Achmad Rosyidi, S.Hi., menyampaikan hal tersebut usai menghadiri prosesi peluncuran logo Muktamar dan tasyakuran Milad ke-61 KOKAM di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Sebelumnya, pada 1 Oktober 2026, panitia melakukan silaturahmi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membahas dukungan pemerintah kota terhadap pelaksanaan Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah.
“Di tempat tanggal 1 Oktober ini kami bersilaturahmi ke Bapak Wali Kota Surabaya, alhamdulillah diterima dengan baik dan didukung serta mendapatkan support dari Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Rosyidi.
Rosyidi menjelaskan, rombongan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang dipimpin Ketua Umum Dzulfikar Ahmad Tawalla, Sekretaris Jenderal Najib Prasetyo, dan Bendahara Umum telah melangsungkan serangkaian silaturahmi dengan jajaran pimpinan daerah sebelum acara resepsi dimulai.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut kedatangan pengurus melalui jamuan makan malam. Pertemuan juga membahas dinamika kebangsaan dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Pemerintah Kota Surabaya, lanjut Rosyidi, berkomitmen memfasilitasi kebutuhan sarana tempat dan aksesibilitas kota. Selain itu, Pemkot Surabaya akan berkolaborasi dalam menggelar kegiatan olahraga Patriot Run sebagai salah satu kegiatan pembuka untuk menyemarakkan rangkaian pra-Muktamar.
Dukungan juga datang dari jajaran Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Timur. Rosyidi menyebut dukungan tersebut mencakup unsur majelis, lembaga, organisasi otonom, hingga amal usaha Muhammadiyah.
“Dari PWM Jawa Timur, seluruh majelis, lembaga, organisasi otonom (ortom), hingga amal usaha memberikan dukungan penuh. Kita bercita-cita mewujudkan muktamar yang teduh, sejuk, berkemajuan, dan melahirkan pemuda negarawan,” terang sosok yang juga menjabat Bendahara PWPM Jatim sekaligus Sekretaris Lazismu Surabaya tersebut.
Sebelum menemui Wali Kota Surabaya, rombongan juga telah beraudiensi dengan Penjabat Gubernur Jawa Timur untuk memastikan dukungan lintas wilayah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan serupa juga diperoleh saat audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Rosyidi menegaskan persiapan Muktamar tidak dilakukan secara mendadak. Menurutnya, seluruh unsur kepanitiaan perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan sejak jauh-jauh hari.
“Persiapan tidak mendadak, tetapi harus kita persiapkan jauh-jauh hari,” tegas Rosyidi.
Ia memastikan seluruh kekuatan jaringan wilayah akan dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan Muktamar. Panitia lokal juga akan melibatkan berbagai unsur kader dan jaringan Muhammadiyah di Surabaya dan daerah sekitarnya.
“Kami dari panitia lokal siap gaspol mengerahkan elemen Pemuda Muhammadiyah, kader IPM, IMM, hingga jaringan amal usaha di Kota Surabaya dan daerah sekitarnya demi mendukung pengerahan massa dan kelancaran acara,” pungkasnya.
Mengenai tata kelola organisasi pelaksanaan, Rosyidi menjelaskan adanya pembagian peran antara kepanitiaan tingkat nasional dan panitia lokal. Kepanitiaan tingkat nasional dikomandoi Afif Rosadiansyah, kader asal Bangkalan, Madura, sedangkan pelaksanaan operasional di lapangan diserahkan kepada panitia lokal.
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Februari 2027 di Surabaya. Agenda tersebut menjadi forum permusyawaratan tertinggi Pemuda Muhammadiyah yang akan mempertemukan pimpinan dan kader dari berbagai daerah di Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments