Search
Menu
Mode Gelap

Dari Apel Khidmat hingga Pawai: Semarak 113 Tahun Mencerahkan di Bumi Widang

Dari Apel Khidmat hingga Pawai: Semarak 113 Tahun Mencerahkan di Bumi Widang
Start pawai taaruf PCM Widang dalam menyemarakkan Milad ke-113 Muhammadiyah, Sabtu (22/11/2025). (Nurma Aprilia/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Widang sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan kreativitas.

Bermula sejak Selasa (18/11/2025) bertepatan dengan hari lahir Muhammadiyah, PCM Widang menggelar Apel Milad di halaman Masjid Al-Furqon. Kegiatan ini teramaikan oleh puluhan kader, pimpinan ranting, ortom, dan perguruan Muhammadiyah Widang.

Apel terpimpin langsung oleh Ketua PCM Widang, Bapak Adnan, yang menekankan pentingnya istiqamah dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Serta kesiapan Muhammadiyah Widang menyongsong masa depan dengan kader-kader berkualitas dan berakhlak mulia.

“113 tahun bukan sekadar angka tapi bukti bahwa gerakan ini tumbuh dari akar, oleh rakyat, dan untuk kemajuan umat serta bangsa” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Widang, Adnan.

Bazar Makanan

Seusai apel, suasana semakin meriah dengan bazar makanan oleh Paguyuban MI Muhammadiyah 05 Tegalrejo.

Stand-stand yang tertata rapi di sepanjang pelataran halaman masjid menawarkan aneka kuliner. Mulai dari lodeh pindang, sate, nasi goreng, hingga minuman es cendol dawet.

Memasuki akhir pekan, lembaga perguruan muhammadiyah menggelar kegiatan edukatif dan seni bagi generasi muda. Pada Jumat (21/11/2025), siswa KB Permata Hati dan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal mengikuti lomba mewarnai dengan tema Milad Muhammadiyah di halaman TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal.

Sementara itu, para siswa MI Muhammadiyah 05 Tegalrejo berkompetisi dalam Lomba Menyanyi, dengan dua kategori:

  • Lagu Wajib: Sang Surya — simbol semangat pencerahan Muhammadiyah
  • Lagu Pilihan: bertema Hari Guru — sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik yang tiada lelah mencerdaskan anak bangsa.

Antusiasme terlihat dari penampilan peserta yang penuh percaya diri, didukung tepuk tangan hangat dari bapak ibu guru.

Puncak perayaan berlangsung pada Sabtu (22/11/2025), dengan Pawai Semarak Milad Muhammadiyah yang menggetarkan jalanan Desa Tegalrejo.

Ratusan peserta dari anak KB/TK hingga sesepuh Muhammadiyah berjalan bersama dalam barisan rapi: membawa spanduk, bendera panji Muhammadiyah.

Kemeriahan Marching Band

Kegiatan semakin meriah dengan marching band SMK Muhammadiyah 12 Kudikan, Sekaran Lamongan yang membuka iring-iringan.

Teriring pasukan sepedah hias dari anak-anak KB Permata Hati, TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal dan MI Muhammadiyah, guru-guru berpakaian seragam Hizbul Wathan, dan rombongan Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan anak-anak muda yang membawa bendera ortom.

Pawai berakhir di halaman MI Muhammadiyah 05 Tegalrejo, di sinilah acara berakhir secara meriah dengan pengundian kupon berhadiah.

Sebuah inisiatif yang lahir dari usulan kreatif Nurma Aprilia guru sekaligus sekretaris pelaksana kegiatan semarak milad dalam rapat panitia. Dan terwujud secara nyata oleh kader Nasyiatul Aisyiyah dan ibu-ibu ‘Aisyiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Inilah wajah Muhammadiyah Widang: khidmat dalam ibadah, kreatif dalam dakwah, dan hangat dalam pelayanan” ujar Nurma Aprilia.

Antusiasme memuncak saat panitia mengumumkan hadiah utama: satu unit sepeda anak dari Bapak Muhajir Sultoni, Kepala Desa Tegalrejo, sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap gerakan pendidikan dan dakwah Muhammadiyah di wilayahnya.

Selain sepeda, panitia juga membagikan kipas angin, paket perlengkapan sekolah, sembako, dan ratusan hadiah menarik lainnya. Semua diperoleh dari swadaya kader, donasi amal usaha, dan dukungan para simpatisan.

Pengundian berlangsung cair dan penuh tawa, terutama saat anak-anak kecil maju ke depan panggung dengan kupon di tangan, lalu berlari girang membawa hadiah mereka.

Wujud Nyata Amar Maruf Nahi Munkar

Momen ini bukan sekadar bagi-bagi hadiah melainkan wujud nyata ukhuwah, gotong royong, dan semangat berbagi yang menjadi nafas gerakan Muhammadiyah selama 113 tahun.

“Terima kasih kepada Bapak Muhajir Sultoni, kepada kader-kader ‘Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah. Dan khususnya ibu-ibu guru yang gigih mengkoordinir donasi dan logistik” ungkap Nur Huda selaku kader Pemuda Muhammadiyah.

“Dari ide sederhana dalam rapat kecil, lahir kebahagiaan besar bagi ratusan keluarga hari ini. Inilah kekuatan Muhammadiyah: gerakan yang hidup, amar ma’ruf nahi mungkar, dan selalu dekat dengan rakyat” tambah pria yang sekaligus ketua pelaksana semarak milad.

Rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah PCM Widang tidak hanya diwarnai semarak pawai dan lomba kreatif, tetapi juga diisi dengan aksi kemanusiaan.

Sebagai wujud nyata amar ma’ruf nahi mungkar yang berkomitmen pada pilar kesehatan dan pelayanan sosial. PCM Widang bekerja sama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Babat (RSMB) menggelar Layanan Pengobatan Gratis untuk Umum.

Tak kalah mulia, PCM Widang juga menyelenggarakan Donor Darah Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tuban. Sebanyak 18 kantong darah berhasil dikumpulkan dari para kader Muhammadiyah, guru, ortom, dan masyarakat umum.

Kedua kegiatan ini sengaja terlaksana di tengah rangkaian milad sebagai pengingat bahwa kebesaran Muhammadiyah tidak diukur dari gemerlap acara, tapi dari seberapa dalam ia menyentuh kehidupan umat.

Hal ini sesuai dengan ajaran Islam bahwa “Bekerja untuk kemaslahatan umat adalah bagian dari jihad di Jalan Allah”.

Iklan pmb sbda 2025 26

1 Tanggapan