Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kaderisasi melalui Pelatihan Dewan Sughli Daerah (DSD) Kota Surabaya.
Kegiatan ini berlangsung di MI Muhammadiyah 23 Surabaya, Jalan Buntaran Nomor 156, Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, pada Jumat–Sabtu (26-27/9/2025).
Kegiatan pelatihan ini dirancang secara sistematis untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam berorganisasi di lingkungan Hizbul Wathan.
Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar kepemimpinan, manajemen kegiatan, serta pemahaman ideologi HW agar para kader siap berperan aktif dalam masyarakat.
Peran dan Fungsi Dewan Sughli Daerah
Dewan Sughli Daerah (DSD) merupakan Unit Pembantu Kwartir Daerah (UPK) yang dibentuk untuk membantu pelaksanaan berbagai program kegiatan Kwarda HW Surabaya.
DSD berfungsi dalam pengelolaan kegiatan Pandu Hizbul Wathan secara kolektif dan musyawarah di bawah naungan Kwartir Daerah. Secara umum, DSD memiliki beberapa tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab, antara lain:
- Bertanggung jawab melaksanakan seluruh hasil keputusan yang dibuat dalam musyawarah Pandu HW tingkat Penghela dan Penuntun di Surabaya.
- Memberikan masukan terkait pembinaan kepemimpinan Pandu HW Penghela dan Penuntun.
- Menyusun dan melaksanakan rencana kegiatan sesuai dengan arahan dari Kwartir Daerah Hizbul Wathan Surabaya.
- Membantu Kwartir dalam pelaksanaan berbagai tugas organisasi di tingkat daerah.
Peran Nyata DSD dalam Masyarakat
Dewan Sughli Daerah Kota Surabaya telah menunjukkan peran pentingnya melalui keaktifan kader Hizbul Wathan yang terus berjuang menjaga eksistensi dan semangat gerakan kepanduan Muhammadiyah ini.
Para kader tidak hanya berperan di lingkungan sekolah atau organisasi, tetapi juga aktif mentransfer pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
Selain membantu Kwarda Kota Surabaya, DSD juga berperan dalam membina kader agar siap menjalankan peran sosial dan kepemimpinan di masyarakat.
Fungsi DSD turut memastikan keberlangsungan ideologi, sistem perkaderan, dan kurikulum Hizbul Wathan secara tepat sehingga kader mampu memberikan kontribusi positif serta mendukung program-program Kwarda dengan efektif.
Pentingnya Pemahaman Kader dalam Gerakan HW
Keberhasilan DSD dalam membentuk kader yang unggul sangat bergantung pada pemahaman kader terhadap peran, tugas, ideologi, dan sistem gerakan Hizbul Wathan. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik lapangan agar dapat menerapkan nilai-nilai HW secara tepat saat terjun ke masyarakat.
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Rufiah, memberikan apresiasi atas keterlibatan siswa dalam kegiatan DSD.
“Kami bangga para siswa ikut ambil bagian dalam kegiatan Hizbul Wathan ini. Kegiatan seperti DSD tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan keikhlasan dalam berorganisasi,” ungkapnya.
Dengan peran strategisnya, Dewan Sughli Daerah Kota Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi penggerak kegiatan Hizbul Wathan, tetapi juga menjadi teladan dalam kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian kepada masyarakat.
Setiap kader yang dibina diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai HW secara tepat, memperkuat organisasi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di sekitarnya.






0 Tanggapan
Empty Comments