Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Riuh Tawa dan Goresan Warna Warnai Festival Damar Kurung di SD Muhammadiyah Benjeng

Iklan Landscape Smamda
Riuh Tawa dan Goresan Warna Warnai Festival Damar Kurung di SD Muhammadiyah Benjeng
Riuh Tawa dan Goresan Warna Warnai Festival Damar Kurung di SD Muhammadiyah Benjeng
pwmu.co -

Ruang kelas SD Muhammadiyah Benjeng berubah menjadi lautan warna pada Senin pagi (18/5/2026). Aroma cat air berpadu dengan riuh tawa para siswa menghadirkan suasana hangat penuh semangat dalam Festival Melukis Damar Kurung yang digelar untuk memperingati Bulan Pendidikan Nasional.

Deretan lampion kayu berbalut kertas putih tampak berjajar rapi menunggu sentuhan kreativitas para siswa. Mulai dari jemari mungil siswa kelas 1 yang masih malu-malu menggenggam kuas hingga goresan penuh percaya diri siswa kelas 5, seluruh peserta larut dalam semangat melukis Damar Kurung, lampion legendaris warisan budaya khas Gresik.

Festival ini bukan sekadar perlombaan melukis biasa. Kegiatan tersebut menjadi ruang pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Damar Kurung dihadirkan sebagai simbol cahaya semangat belajar sekaligus pengingat pentingnya menjaga tradisi budaya daerah sejak usia dini.

Kepala SD Muhammadiyah Benjeng, Ustadzah Roudotul Jannah, S.Pd., menyampaikan bahwa festival tersebut memiliki makna mendalam bagi pendidikan karakter dan budaya siswa.

“Festival ini kami hadirkan untuk memperingati Bulan Pendidikan Nasional. Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar itu seperti Damar Kurung, harus mampu menyalakan cahaya di tengah kegelapan malam,” ungkapnya di tengah antusiasme peserta.

Semangat kompetisi juga terasa kuat sepanjang festival berlangsung. Setiap siswa berusaha menampilkan karya terbaik dengan warna dan konsep yang unik.

Ustadz Ahmad Taufiq, S.Pd., yang turut mendampingi kegiatan menjelaskan bahwa masing-masing kelas nantinya akan memilih satu karya terbaik untuk mewakili sekolah di tingkat Kecamatan Benjeng.

SMPM 5 Pucang SBY

“Persaingannya sangat seru dan penuh kejutan. Nantinya akan dipilih satu Damar Kurung terbaik dari tiap kelas untuk masuk final tingkat kecamatan. Jadi, setiap detail goresan sangat menentukan siapa yang layak menjadi duta sekolah,” tutur Ustadz Taufiq sambil tersenyum bangga melihat semangat para siswa.

Di tengah keramaian festival, tampak Rakita Arsyfa Anandita Az Zahra begitu fokus memainkan kuasnya. Dengan penuh percaya diri, ia memadukan berbagai warna cerah pada lampion buatannya.

“Aku membuat konsep yang menarik untuk lampion ini. Aku optimis bisa memenangkan festival kali ini. Insya Allah ingin maju tingkat kecamatan,” ujarnya penuh semangat.

Saat matahari mulai meninggi, festival pun berakhir. Ratusan lampion kini telah berubah menjadi karya seni yang memancarkan warna-warni harapan dari tangan-tangan kecil penuh kreativitas.

Siapa pun yang nantinya terpilih mewakili sekolah menuju tingkat Kecamatan Benjeng, satu hal yang pasti: semangat menjaga tradisi Damar Kurung akan terus hidup di tangan generasi muda.

Revisi Oleh:
  • Satria - 18/05/2026 12:21
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡