Kerja keras, kekompakan, dan semangat membuktikan kualitas pemain lokal mengantarkan Persida Sidoarjo U-17 meraih juara ketiga Piala Soeratin U-17 Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).
Di balik pencapaian tersebut, ada sosok Rifky Zakiyyuddin, S.Pd., guru olahraga SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) yang dipercaya menjadi asisten pelatih Persida Sidoarjo U-17.
Bukan sekadar mendampingi tim dari pinggir lapangan, Rifky yang merupakan putra asli Sidoarjo sekaligus mantan pemain Persida turut berkontribusi dalam perjalanan tim hingga meraih posisi ketiga kompetisi tingkat Jawa Timur tersebut.
Piala Soeratin U-17 Jawa Timur merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan PSSI dan diikuti tim-tim dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Persida Sidoarjo tergabung di Grup M pada babak penyisihan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Persida tampil impresif dengan menyapu bersih tiga pertandingan.
Pada laga perdana, Persida menundukkan Perseba Bangkalan dengan skor 3-0. Tren positif berlanjut saat menghadapi Gresik United dan Persela Lamongan. Persida masing-masing menang 1-0 dan 3-2.
Hasil tersebut mengantarkan Persida Sidoarjo menjadi juara Grup M sekaligus melaju ke babak 32 besar.
Melaju hingga Perebutan Juara Tiga
Perjalanan Persida berlanjut pada babak 32 besar di Stadion Jenggolo Sidoarjo. Menghadapi Persiga Trenggalek, Persida kembali tampil solid dan meraih kemenangan 3-0.
Pada babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Ketonggo Ngawi, Persida menyingkirkan Unesa FC Surabaya dengan skor 2-0.
Tiket perempat final kemudian diamankan setelah Persida kembali meraih kemenangan. Menghadapi PSHW Ponorogo di Stadion Jenggolo Sidoarjo, Persida menang 2-0.
Langkah Persida akhirnya terhenti di semifinal setelah menghadapi Persebaya Surabaya. Bermain di Stadion Jenggolo Sidoarjo, Persida harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Kekalahan tersebut tidak mematahkan semangat skuad muda Sidoarjo. Pada laga perebutan tempat ketiga di Stadion Brawijaya Kediri, Persida bangkit dan menutup kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas PSBR Blitar Raya.
Hasil itu memastikan Persida Sidoarjo U-17 finis di posisi ketiga Piala Soeratin U-17 Jawa Timur.
Persiapan Hanya Tiga Pekan
Rifky mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah waktu persiapan yang sangat singkat. Persida hanya memiliki waktu sekitar tiga pekan sebelum kompetisi dimulai.
“Kekompakan tim menjadi salah satu kunci keberhasilan. Hubungan yang kuat antara pemain dan pelatih membuat tim tetap solid meskipun persiapannya hanya tiga minggu,” ungkapnya.
Menurut Rifky, kerja keras para pemain juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Persida. Mereka memiliki motivasi besar untuk menunjukkan bahwa pemain lokal Sidoarjo mampu bersaing dan berprestasi di tingkat Jawa Timur.
“Kerja keras pemain luar biasa. Mereka ingin membuktikan bahwa pemain lokal Sidoarjo juga bisa berprestasi,” tambah Rifky.
Bagi Rifky, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang posisi di klasemen. Prestasi Persida U-17 menjadi bukti bahwa kekompakan, kerja keras, dan kesempatan bagi talenta lokal dapat menjadi modal bagi pemain muda Sidoarjo untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kiprah Rifky bersama Persida U-17 juga menjadi bagian dari kontribusi guru Smamita dalam mendampingi generasi muda. Peran tersebut tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga lewat dunia olahraga dan pembinaan karakter. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments