Diawali dengan suasana sejuk dan penuh keberkahan, sebanyak 1200 siswa SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, Jawa Timur mengikuti ajang bergengsi International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusias dari seluruh peserta, Jumat (17/4/2026).
Pelaksanaan IKMC di SD Mumtaz dilaksanakan secara serentak mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Sejak pagi, para siswa sudah tampak siap mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan percaya diri.
IKMC merupakan kompetisi matematika internasional yang telah diselenggarakan sejak tahun 1991 oleh Association Kangourou Sans Frontieres dan diikuti oleh lebih dari 90 negara di dunia, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Dalam pelaksanaannya, IKMC terbagi menjadi enam level sesuai jenjang kelas. Untuk tingkat sekolah dasar, terdapat tiga kategori, yaitu Pre Ecolier untuk kelas I-II, Ecolier untuk kelas III-IV, serta Benjamin untuk kelas V-VI. Adapun untuk jenjang berikutnya terdapat kategori Cadet, Junior, dan Student.
Asah Kreativitas dan Logika
Kepala Urusan Bidang Kesiswaan SD Mumtaz, Lizana Nadiyah MPd, menjelaskan bahwa IKMC memiliki keunikan tersendiri dibandingkan kompetisi matematika lainnya.
“IKMC menghadirkan soal dengan karakteristik khas. Tidak hanya menguji kemampuan berhitung, tetapi juga menuntut kreativitas, logika, serta strategi berpikir siswa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, siswa sangat antusias dalam mengerjakan soal. Semoga nanti mereka mendapatkan hasil yang baik dan maksimal,” tambahnya.
Untuk kategori Pre Ecolier dan Ecolier, siswa mengerjakan 24 soal pilihan ganda dalam waktu 90 menit. Sedangkan kategori Benjamin terdiri dari 30 soal pilihan ganda dengan tingkat kesulitan yang lebih menantang.
Lebih lanjut, Lizana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap matematika sejak dini.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memperkuat literasi numerasi. Harapannya, mereka tidak hanya berprestasi, tetapi juga semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar,” tambahnya.
Pengalaman Peserta
Salah satu peserta, siswa kelas 4A, Muhammad Akbar Athaya, mengungkapkan pengalamannya mengikuti IKMC tahun ini. Ia mengaku soal-soal yang diberikan cukup menantang.
“Soalnya sangat susah dikerjakan jika tidak belajar,” tuturnya sambil tersenyum.
Hal senada juga disampaikan oleh siswa kelas 4G, Luela Adhwa Yaqzhanah. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi dengan lancar.
“Alhamdulillah lancar, semoga hasilnya memuaskan,” ujarnya dengan senyum ceria.
Soal-soal dalam IKMC disajikan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini sekaligus melatih kemampuan siswa dalam memahami soal berbasis bilingual.
Menariknya, berbagai permasalahan matematika dalam IKMC dikemas secara kontekstual dan sering kali dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Hal ini mendorong siswa untuk menggunakan imajinasi, ketekunan, serta keterampilan berpikir logis dalam menyelesaikan soal.
Dengan mengikuti kompetisi ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara komprehensif. Tidak hanya sekadar mencari jawaban benar, tetapi juga memahami proses berpikir di balik setiap solusi.
“Selain itu, IKMC juga menjadi sarana untuk menyebarkan kegembiraan dalam belajar matematika. Anak-anak belajar bahwa matematika itu menyenangkan dan penuh tantangan,” pungkasnya.
Partisipasi 1200 siswa SD Mumtaz dalam IKMC 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mencetak generasi unggul yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments