Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Satu Tahun Pramono–Rano: Menata Jakarta Menuju Kota Global Berbudaya” di Studio Lantai 5 Rektorat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menghadirkan unsur pemerintah dan akademisi untuk membahas evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, memaparkan sejumlah capaian dan arah kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya dalam pelestarian budaya Betawi dan pemberdayaan pemuda. Ia menyampaikan bahwa penguatan identitas budaya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Kami mendorong pelestarian budaya Betawi melalui dukungan terhadap Lebaran Betawi di Monas, festival menuju HUT Jakarta ke-500, penggunaan motif Betawi di ruang publik dan acara resmi, serta penyatuan lembaga adat melalui Kongres Khusus Masyarakat Betawi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelestarian tarian, musik, dan kuliner Betawi terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan identitas kota.
“Budaya Betawi harus menjadi tuan rumah di kotanya sendiri,” tambahnya.
Chico juga menyampaikan sejumlah indikator pembangunan daerah pada 2025. “Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran menurun, akses pendidikan dan air bersih diperluas, serta infrastruktur dan transportasi semakin merata,” tutupnya.
Ketua Umum DPD IMM DKI Jakarta, M. Lutfiadi, S.H., M.H., turut menyampaikan tanggapannya terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono dan Rano Karno.
“Realisasi program pemerintah saat ini cukup baik, bahkan hampir 94 persen janji kampanye telah terlaksana,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pandangannya terkait keterbukaan pemerintah daerah terhadap pemuda dan aktivis mahasiswa. “Jika dibandingkan dengan provinsi lain, Pemprov DKI Jakarta lebih terbuka terhadap pemuda dan aktivis mahasiswa,” pungkasnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), Moh. Rofiie, S.Ip., M.Ip., memberikan penilaian akademis terhadap tahun pertama kepemimpinan tersebut.
“Tahun pertama ini bisa dikatakan cukup berhasil dalam membangun komunikasi politik dan merealisasikan sebagian besar janji kampanye, namun masih dalam tahap konsolidasi sehingga belum sepenuhnya optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah persoalan di Jakarta masih memerlukan perhatian kebijakan yang konsisten. “Permasalahan klasik Jakarta membutuhkan kebijakan yang konsisten dan berbasis data agar benar-benar menyentuh akar persoalan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DPD IMM DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk terus mendorong ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam rangka pengawalan kebijakan publik di DKI Jakarta. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments