Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Iran Meraih Banyak Simpati, Wahabi Kehilangan Legitimasi

Iklan Landscape Smamda
Iran Meraih Banyak Simpati, Wahabi Kehilangan Legitimasi
Dr. Nurbani Yusuf
Oleh : Nurbani Yusuf Pengasuh Komunitas Padhang Makhsyar
pwmu.co -

Dalam The Coming Balkan Caliphate (2007) Christopher Deliso menggambarkan titik-titik api ledakan dari Balkan akibat radikalisasi yang sedang digerakkan para fundamentalis Wahabi-Arab.

Deliso meramalkan, bahwa dalam dua dekade yang akan datang, kawasan ini akan menjadi basis global bagi gerakan jihadis radikal. Terbukti !!

Tuduhan ustadz Khalid Basalamah yang menyebut bahwa Ayatullah Imam Khomeini sebagai keturunan Yahudi —tanpa dasar riwayat nasab dan tes DNA yang valid — sungguh sangat menyedihkan.

Penyebutan tersebut jauh dari nilai-nilai Islam yang diteladankan Nabi saw dan para salafus-saleh.

apa yang dilakukan kelompok Wahabi terhadap perang Iran melawan AS-Israel ibarat “menggunting dalam lipatan” dan “menikam dari belakang”.

Sungguh suatu sikap yang tidak terpuji … !

***

Siapa pun yang mengidap paham takfiri bakal kehilangan akal sehat, ar-rasional, moralitas.

Humanitasnya menipis, bahkan hanya sekedar duduk bersama atau memberikan seteguk air putih pada yang haus saja, ia akan mempertanyakan agama, ideologi atau manhaj yang dianut.

Perang Iran melawan kezaliman Amerika salah satunya: Wahabi cenderung memandangnya dari sisi teologis yang paling ekstrim.

Dengan mengesampingkan kemaslahatan umat manusia yang lebih besar.

Wahabi menarik sikap ekstrim, eksklusif dan fanatik menjadi sikap resmi yang dilembagakan sebagai identitas harakah.

Ini problem akut kelompok Takfiri dimanapun: baik Syiah Rafidhah, Khawarij, Mu’tazilah maupun kelompok lainnya tanpa kecuali.

***

Para peneliti terus mencari tahu mengapa pluralitas dan multikulturalisme yang pernah ada di Balkan tiba-tiba lenyap dan berganti dengan etno-religius yang seram.

Tiga agama yang semula hidup rukun tiba-tiba saling membenci dan saling merusak.

Gereja dibakar.

Masjid dirubuhkan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menara dibongkar.

Tinggal puing yang runtuh dan sisa amuk yang terus berkobar.

Yang terjadi, menurut Vjekoslav Perica (2002), dalam Balkan Idols: Religion and Nationalism in Yugoslav States, bukanlah “clash of civilizations” berbasis identitas esensial yang dikonstruksi oleh agama, tetapi politisasi etno-religius.

Para penguber kekuasaan di kalangan kelompok etnis Serbia yang merasa lebih superior atas dua kelompok etnis tetangganya: Kroasia dan Bosniak-Muslim.

Pasca perang, terjadi pembalikan yang menambah runyam, terutama ketika dana-tunai dari Arab mulai mengucur di Bosnia-Herzegovina.

***

Sejak itu khotbah-khotbah fundamentalis meluas bersamaan dengan dibangunnya masjid-masjid baru.

Munculnya kelompok-kelompok Salafi radikal yang mulai merasuk dan memercikkan perpecahan etnis dan keagamaan intra-Islam.

Meluasnya konflik di Timur Tengah dan meningkatnya ancaman terorisme dari wilayah itu telah membuat Balkan berpotensi menjadi ajang perang baru di Eropa.

Salafisme radikal melahirkan etno religion —sikap merasa paling benar dan superior di atas yang lainnya.

Maka konflik internal pun dimulai dari masjid-masjid dan halaqah, kemudian makin membesar dan meluas.

***

Semula hanya sebatas masalah jenggot, isbal, riba, tata cara salat, kemudian melahirkan identifikasi dan klasifikasi thalabul ilmu, al-wala wa bara, ilmu bid’ah, ilmu syubhat, ilmu sunnah, dan seterusnya.

Dari masjid-masjid itu terus meluas hingga ke wilayah sosial dan politik.

Akibatnya, yang tampak kemudian adalah Balkan berubah muram.

Khotbah dipenuhi caci maki dan aksi mengkafirkan sesama mukmin, dan saling membalas. …. ***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡