Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Jelang Kunjungan Majelis Tarjih, Alumni SD Mufidah Usulkan Tetenger KH Mas Mansur

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Jelang Kunjungan Majelis Tarjih, Alumni SD Mufidah Usulkan Tetenger KH Mas Mansur
Aktivtas SD Mufidah sebelum direnovasi. Foto: Mizan
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Kunjungan Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ke SD Mufidah Surabaya membuka kembali perhatian terhadap jejak pendidikan KH Mas Mansur. Alumni sekolah yang berdiri sejak 1922 itu berharap Muhammadiyah tidak sekadar berkunjung, tetapi juga memberi tetenger sebagai penanda sejarah perjuangan pendidikan tokoh nasional tersebut.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Kalimas Udik IC/4, Surabaya, itu merupakan peninggalan KH Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah dan mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Rencananya, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah akan mengunjungi SD Mufidah pada Sabtu (7/11/2026), di penghujung rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Alumni SD Mufidah, Shohibudin Qhadir, menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kunjungan Majelis Tarjih menjadi bentuk penghargaan terhadap warisan pendidikan dan dakwah KH Mas Mansur.

“KH Mas Mansur adalah tokoh besar, pernah menjabat Pengurus Besar Muhammadiyah. Dia juga pahlawan nasional. Kiprahnya menjadi teladan,” ujarnya, Rabu (4/11/2026) malam.

Shohib, begitu panggilan karibnya, merupakan alumnus SD Mufidah angkatan 1990-an. Ia mengenang sekolah tersebut sebagai salah satu lembaga pendidikan yang populer di kawasan Surabaya Utara.

Pada masanya, anak-anak dari Pabean, Kampung Baru, Nyamplungan, Ampel, dan kawasan sekitarnya banyak yang menempuh pendidikan di SD Mufidah.

“Dulu sangat ramai. Masa itu, SD Mufidah sangat terkenal,” kenangnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurut Shohib, sekolah tersebut telah melahirkan banyak alumni yang kemudian menekuni berbagai profesi. Di antaranya dokter, pengacara, guru, dan bidang pekerjaan lainnya.

Dia juga mengenang sejumlah teman seangkatannya, termasuk Zulfikar, anak Kiai Ali Hanafiah (kini sudah almarhum, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya di Jalan Benteng, Surabaya.

Bagi Shohib, kunjungan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah sekolah yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan dakwah Muhammadiyah di Surabaya.

Dia berharap Muhammadiyah mempertimbangkan pemasangan tetenger atau penanda sejarah di lingkungan SD Mufidah.

“Meski sudah direnovasi, alangkah baiknya jika ada tetenger yang menjadi penanda jejak sejarah KH Mas Mansur,” katanya.

Menurutnya, penanda tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mengetahui bahwa sekolah itu bukan sekadar bangunan pendidikan, melainkan bagian dari sejarah perjuangan Muhammadiyah.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 04/11/2026 23:18
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu