Pimpinan Ranting Muhammadiyah Giri Gajah (PRM) Giri Gajah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas, menggelar kajian Ramadan perdana pada Selasa (24/02/2026) di Mushollah Al-Jihad. Kegiatan bertajuk Kajian Menjelang Berbuka Puasa ini diikuti jamaah dengan penuh antusias sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat keimanan di bulan suci.
Kajian disampaikan oleh Ustadz H. Sya’roni, S.E., dengan materi tentang salat sebagai inti ibadah dan makna yang terkandung di dalamnya.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa salat merupakan inti dari seluruh ibadah dan menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Salat bukan sekadar kewajiban yang dilaksanakan lima kali sehari, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membentuk pribadi yang disiplin, tenang, dan bertakwa.
Menurutnya, di dalam salat telah terkandung nilai-nilai seluruh rukun Islam. Dalam bacaan salat terdapat syahadat sebagai bentuk pengakuan keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Nilai zakat tercermin saat mengucapkan salam di akhir salat, karena di dalamnya terdapat doa keselamatan dan keberkahan bagi sesama. Nilai puasa juga tergambar karena selama salat seseorang menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan. Bahkan nilai haji tercermin dari kesatuan arah kiblat umat Islam yang menghadap Ka’bah.
Pemahaman tersebut, lanjutnya, akan mengubah pola pikir umat dari sekadar menjalankan rutinitas ibadah menjadi kesadaran bahwa salat adalah kebutuhan ruhani yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT.
“Salat mengubah mindset kita dari manusia yang hanya mengejar urusan dunia menjadi hamba yang selalu bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan,” jelasnya.
Ustadz Sya’roni juga menegaskan bahwa salat dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dengan salat, hati menjadi tenang, pikiran jernih, dan seseorang lebih mudah menemukan jalan keluar atas masalah yang dihadapi.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub” yang berarti, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ia juga mengutip QS. Al-Baqarah ayat 153: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Ayat tersebut menegaskan bahwa setelah manusia mengenal tauhid dan kebesaran Allah, ia diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya, salah satunya melalui salat sebagai jalan meraih kemuliaan hidup.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa salat yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh akan mengantarkan seseorang kepada pertolongan Allah dan jalan keluar dari setiap kesulitan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Talaq ayat 2: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”
Karena itu, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas salat, baik dari segi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun pelaksanaannya secara berjamaah.
“Laksanakan salat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi dengan niat mencari ridha Allah. Jika salat kita baik, insyaAllah kehidupan kita juga akan menjadi lebih baik,” pesannya.
Kegiatan kajian menjelang berbuka ini menjadi bagian dari program pembinaan Ramadan 1447 H PRM Giri Gajah sekaligus memperkuat peran Mushollah Al-Jihad sebagai pusat dakwah dan pembinaan spiritual bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hangat. Ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah Giri Gajah tampak sibuk menyiapkan hidangan takjil. Minuman jahe hangat, kurma, serta aneka jajanan khas Giri seperti godho tempe, mageli, calon jagung, kue necis, dan kue talam tersaji untuk jamaah. Seluruh hidangan berasal dari jamaah dan diperuntukkan bagi jamaah.
Setiap peserta, baik dewasa maupun anak-anak, juga membawa pulang berkat berupa nasi kotak dan aneka jajanan. Suasana kebersamaan dan kebahagiaan terasa kental, menghadirkan nuansa Ramadan yang penuh berkah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments