Pernahkah kita merenungi sebuah dialog di akhirat kelak antara penghuni surga dan penghuni neraka? Sebuah momen yang diabadikan dengan dahsyat dalam Alquran. Dialog ini terdapat dalam surat Al-Mudatstsir ayat 42-46. Intinya, penghuni surga bertanya kepada penghuni neraka mengapa mereka bisa terjerumus di sebuah tempat yang bernama saqar.
مَا سَلَـكَـكُمْ فِيْ سَقَرَ (٤٢) قَا لُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ (٤٣) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ (٤٤)وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَـآئِضِيْنَ (٤٥)وَ كُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِ (٤٦)
Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (Neraka) Saqar? (42) Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat (43) dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin (44) bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya (45) dan kami mendustakan hari Pembalasan (46)
Dialog ini tidak sekadar keingintahuan penghuni surga. Tetapi menjadi peringatan bagi kita yang masih ada kesempatan hidup di dunia untuk berbenah dalam kebaikan.
Secara bahasa, saqar berarti panas yang membakar. Saqar juga menjadi salah satu tingkatan neraka yang sangat panas dan mengerikan yang penuh dengan kesakitan dan kesengsaraan tiada henti. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan, saqar adalah api yang akan membakar daging tanpa tersisa dan sangat cepat menghanguskan kulit hingga hitam pekat.
Berdasarkan ayat tersebut, ada empat perbuatan yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang masuk ke dalamnya.
Pertama, tidak melaksanakan salat. Menurut Imam Ibnu Katsir orang yang masuk ke dalam neraka saqar adalah mereka yang tidak menunaikan hak Allah. Salat bukan sebatas rutinitas harian yang dilakukan lima kali sehari. Melainkan pengakuan kita kepada Allah sebagai hambanya. Salat menjadi garis pembatas yang membedakan antara orang muslim dan kafir. Meninggalkannya dengan sengaja adalah sebuah musibah besar yang akan menjerumuskan kita ke dalam jurang saqar.
Kedua, tidak memberi makan orang miskin. Orang yang egois secara sosial adalah mereka yang memiliki harta, tapi menutup mata dari kelaparan orang miskin di sekitarnya. Dalam Islam, baik dalam ritual ibadah harus berjalan beriringan dengan baik dalam bersosial.
Ketiga, berbicara bathil. Dalam tafsir Al-Munir, hal ini merujuk pada kebiasaan orang yang berkumpul untuk membicarakan keburukan orang lain, menghina agama dan menyebarkan kebohongan. Fenomena di era digital ini konteks “berbicara batil” bisa berarti ketika kita yang sibuk menghujat orang atau menyebarkan fitnah melalui hp kita. Menyebarkan informasi hoax termasuk dalam kategori perbuatan yang bathil karena menutupi kedzaliman dengan kedzaliman.
Keempat, mendustakan hari pembalasan. Tidak mempercayai hari pembalasan adalah penyakit hati yang menjadi pangkal penyebab masuk ke neraka saqar. Mereka menganggap hidup hanya sekali dan ketika mati tidak dimintai pertanggungjawaban. Keyakinan akhirat itu tidak ada, sehingga membuat manusia bertindak sewenang-wenang tanpa moral.
Ayat-ayat tentang saqar ini bertujuan untuk menjadi peringatan. Adanya gambaran neraka saqar bukan sebagai ancaman untuk menakut-nakuti. Melainkan sebagai pengingat supaya tidak berputus asa dan memperbaiki orientasi kehidupan menjadi lebih baik.





0 Tanggapan
Empty Comments