Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik pada peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-80 tahun 2025.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa TNI merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan Hizbul Wathan merasa memiliki kedekatan emosional dengan TNI melalui figur Jenderal Sudirman yang merupakan seorang pandu Hizbul Wathan sebelum menjadi Panglima Besar TNI.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-80 untuk Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa Indonesia. Hizbul Wathan bangga, karena Bapak TNI, Jenderal Sudirman, adalah seorang Pandu Hizbul Wathan. Semangat kepanduan beliau menjadi teladan abadi bagi kita semua,” ujar Ramanda Fathurrahim Syuhadi
Ia menegaskan bahwa semangat kepanduan dalam Hizbul Wathan membentuk karakter Jenderal Sudirman menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, sederhana, dan berjiwa kepemimpinan tinggi. Nilai-nilai inilah yang kemudian beliau bawa dalam memimpin TNI di masa-masa genting revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Tidak berlebihan jika kita menyebut bahwa semangat kepanduan HW turut mengilhami lahirnya tentara rakyat yang tangguh. Jenderal Sudirman adalah contoh nyata kader pandu yang menjelma menjadi panglima sejati. Dari beliau kita belajar bahwa perjuangan, pengorbanan, dan cinta tanah air adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ujar penulis produktif PWMU.CO ini
Wakil Ketua PDM Lamongan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara gerakan kepanduan Hizbul Wathan dengan TNI, terutama dalam menanamkan nilai cinta tanah air, bela negara, dan kedisiplinan kepada generasi muda. Menurutnya, generasi muda Muhammadiyah melalui Hizbul Wathan memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan jejak perjuangan Jenderal Sudirman.
“Hari ini TNI tetap menjadi garda terdepan menjaga Indonesia dari segala ancaman, baik dari luar maupun dalam negeri. Sementara Hizbul Wathan di jalurnya terus berusaha mendidik generasi bangsa agar siap menjadi kader umat dan bangsa yang berkarakter. Kita ingin agar nilai-nilai kepanduan bisa menyatu dengan semangat bela negara sebagaimana yang dicontohkan Jenderal Sudirman,” ujar pria yang tinggal di Babat Lamongan ini
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kembali pesan Al-Qur’an dalam surah An-Nisa ayat 71: “Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, maka majulah (ke medan perang) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama.”
Menurutnya, ayat tersebut relevan untuk mengingatkan umat Islam agar selalu memiliki kesiapan, kedisiplinan, dan kebersamaan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Fathurrahim Syuhadi berharap HUT TNI ke-80 ini menjadi momentum memperkuat sinergi TNI dengan seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepanduan seperti Hizbul Wathan. Dengan sinergi itu, Indonesia akan semakin kokoh menghadapi tantangan zaman.
“Semoga TNI semakin kuat, profesional, dan dicintai rakyat. Semoga pula semangat kepanduan Jenderal Sudirman tetap hidup di hati generasi muda. Dirgahayu TNI ke-80, jayalah TNI bersama rakyat, jayalah Indonesia,” pungkas anggota bidang Pustaka dan Literasi Kwarpus HW ini (*)





0 Tanggapan
Empty Comments