Halalbihalal Keluarga Besar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Se-Kota Blitar berlangsung khidmat dan penuh keakraban pada hari Selasa (31/3/2026) di Aula Lantai 2 Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar, Jalan Cokroaminoto Nomor 3, Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai ini diadakan oleh pengurus FGM Kota Blitar dengan tema momentum mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga kebersamaan keluarga.
Lebih dari 50 peserta yang terdiri dari guru dan karyawan hadir dalam kegiatan ini, berasal dari SD Muhammadiyah Kota Blitar, SMP Muhammadiyah 1 Kota Blitar, SMP Muhammadiyah 2 Boarding School (MBS) Kota Blitar, SMA Muhammadiyah Kota Blitar, dan SMK Muhammadiyah Kota Blitar. Kegiatan ini secara khusus diikuti oleh guru dan karyawan tanpa melibatkan murid.
Susunan acara dibuat sedikit berbeda dari biasanya, dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu-lagu, doa bersama, pembacaan al-Quran, sambutan-sambutan, materi atau kajian, penutup, foto bersama, ramah tamah, hingga salat Dzuhur berjamaah.
Sambutan Ketua PDM Kota Blitar yang diwakili Tokoh Agama sekaligus Purna Ketua PDM Kota Blitar periode sebelumnya, Drs. H. Rusdi Riyanto, menekankan pentingnya peran guru Muhammadiyah dalam melanjutkan Risalah Rasul.
“Guru Muhammadiyah harus memiliki kompetensi yang cukup, meneruskan Risalah Rasul, serta sehat jiwa raga atau lahir batin. Sehat badan lebih mudah daripada sehat batin. Tanda sehat jiwa adalah suka memudahkan urusan orang lain. Maka urusan kita juga akan dimudahkan.”
Materi utama disampaikan oleh dr. H. Hariyadi, tokoh PDM Kota Blitar, yang mengangkat tema teologi berbagi Al-Ma’un dan karakter guru Muhammadiyah yang unggul. Ia menyampaikan bahwa iman dan amal shalih akan melahirkan ketakwaan.
Allah berfirman dalam surat an-Nisa’ Ayat 126:
وَلِلّٰهِ مَا فِي السَّمٰوٰتِ وَمَا فِي الْاَرْضِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطًا
Artinya: “Dan milik Allah apa yang di langit dan di bumi, dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu.”
Ia menjelaskan bahwa ketakwaan ditandai dengan kejujuran, amanah, dan tidak suka berdusta sebagaimana disebutkan dalam Surat Ali-Imran Ayat 16:
الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
Ia menambahkan, manusia unggul di Muhammadiyah adalah yang rajin ibadah, memiliki cantolan iman kepada Allah, disiplin, profesional, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama.
Hal ini diperkuat dengan Surat Ali-Imran ayat 134:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِي السَّرَّاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Ia juga mengingatkan kembali tentang Rukun Iman sebagai fondasi utama, yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Rasul, Kitab, Hari Akhir, serta Qada dan Qadar.
Dalam Surat At-Talaq Ayat 2 Allah menjamin kemudahan dan kecukupan rezeki bagi orang yang bertakwa:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Sebagai penutup materi, ia mengingatkan manajemen Muhammadiyah dengan spirit Wal ‘Asri sebagaimana dalam Surat Al-‘Asr:
وَالْعَصْرِ ۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Kegiatan halalbihalal ini menjadi momentum penting bagi guru-guru Muhammadiyah di Kota Blitar untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas diri, serta meneguhkan peran sebagai pendidik yang amanah, profesional, dan bermanfaat bagi umat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments