Usai menuntaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan menjelang Ujian Satuan Pendidikan (USP), siswa kelas VI SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya mengikuti kegiatan Qur’anic Camp di Pondok Pesantren Al-Fattah, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan karakter dan spiritualitas siswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Sebanyak lima armada mengantarkan para siswa menuju lokasi, didampingi para guru: Mochamad Akan, S.Pd., Khusnul Khotimah, S.Pd., Puspitawati, S.Pd., serta guru olahraga Sapto Gunawan, S.Pd.
Setibanya di lokasi, suasana religius langsung terasa. Para siswa mengikuti materi pembuka bertajuk Panca Jiwa Pondok yang disampaikan oleh Helmi Faiz Amanulloh, S.Pd.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan ruh kehidupan pesantren yang harus tertanam dalam diri setiap santri.
“Panca Jiwa Pondok bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi karakter yang hidup dalam keseharian,” jelasnya.
Ia menjelaskan lima nilai utama, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, serta kebebasan berpikir yang bertanggung jawab.
Suasana semakin hidup saat sesi kuis interaktif digelar. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan bintang sebagai bentuk apresiasi.
Sorak semangat pun terdengar saat para siswa berlomba menjawab. Dari kegiatan tersebut, Syamil tampil sebagai peraih bintang terbanyak.
“Senang sekali bisa dapat banyak bintang. Jadi lebih semangat” ujarnya dengan wajah sumringah.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
“Seru sekali, di sini kami belajar bukan hanya pelajaran sekolah, tetapi juga bagaimana hidup mandiri dan saling peduli,” ujar Gilang, salah satu peserta.
Guru pendamping Khusnul Khotimah, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya siap secara akademik menghadapi USP, tetapi juga memiliki bekal akhlak, kemandirian, dan jiwa spiritual yang kuat,” tuturnya.
Di tengah arus perubahan zaman, kegiatan Qur’anic Camp ini menjadi pijakan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.
Para siswa tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan—tentang keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, serta ukhuwah dalam kebersamaan.
Dari ruang sederhana pesantren, karakter ditempa dan mimpi dirajut. SD Musix berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan kehidupan sekaligus menjadi cahaya bagi peradaban.





0 Tanggapan
Empty Comments