Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ayat “Fabiayyi Alaa’i Rabbikumaa” Bukan Hanya Ada dalam Surat Ar-Rahman

Iklan Landscape Smamda
Ayat “Fabiayyi Alaa’i Rabbikumaa” Bukan Hanya Ada dalam Surat Ar-Rahman

Di dunia media sosial, ayat ini begitu popular. Fabiayyi alaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan, seringkali dituliskan seiring dengan karunia yang diterima seseorang. Begitu popularnya ayat ini, tak heran jika ada sebagian pengguna medsos lebih fasih menyebut ayat Fabiayyi Alaa’i daripada nama suratnya, Ar-Rahman.

Fabiayyi alaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan memang menjadi cirikhas surat Ar-Rahman. Sebab, ayat ini memang banyak diulang dalam beberapa tempat. Setelah ayat ke-13, hampir di sela-sela 1, 2, atau 3 ayat, selalu tersisipi ayat fabiayyi alaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan.

Namun dalam Alquran, selain tukadzdzibaan, ternyata ada 1 ayat lain yang juga diawali dengan fabiayyi alaa’i rabbikumaa. Ayat itu berada dalam surat An-Najm, yang berarti Bintang, dan dalam susunan Alquran berada di urutan ke-55. Hanya saja akhiran ayatnya adalah tatamaraa, bukan tukadzdzibaan.

Fabiayyi alaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan artinya adalah “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan”. Sementara fabiayyi alaa’i rabbikumaa tatamaraa, artinya adalah maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ragukan? Dalam terjemahan ke bahasa Indonesia lainnya, seperti Buya Haji Abdul Karim Karim Amrullah (Hamka), kata tatamaraa dalam surat an-Najm ini diartikan “bantah”.

Sama dengan surat Ar-Rahman, surat an-Najm juga terdapat dalam Juz 27. Keduanya berdekatan. Jika surat Ar-Rahman menempati urutan ke-55 dari 114 surat, maka an-Najm berada di urutan ke-53. Keduanya dibatasi oleh Surat al-Qamar yang berada di urutan ke-54.

Kedua surat ini juga sama-sama digolongkan sebagai surat makkiyah, surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat masih berdakwah di Mekkah. Nama kedua surat ini juga sama-sama diambil dari ayat yang pertama: ar-Rahmaan dan Wan-najm idzaa hawaa.

Sebagaimana diketahui, ciri khas Surat Ar-Rahman adalah adanya kalimat berulang Fabiayyi alaa’i rabbikuma tukadzdziban. Jika ditelisik lebih lanjut, Allah mengulang ayat ini 31 kali dari 78 ayat yang ada dalam Surat Ar-Rahman. Atau 39,74 persen dari total keseluruhan ayat. Ia terletak di ayat 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sementara ayat fabiayyi alaa’i rabbikumaa tatamaraa terletak hampir di ujung surat an-Najm. Berada di urutan ke-55 dari 62 ayat. Ayat ini muncul setelah ayat-ayat sebelumnya yang membahas tentang berbagai siksaan pada kaum Ad ataupun Tsamud, baik kaum Nabi Nuh ataupun kaum Nabi Luth. Fabiayyi alaa’i rabbikumaa tatamaraa adalah ayat yang mengingatkan umat manusia agar mengambil pelajaran dari kehancuran umat-umat terdahulu yang ingkar.

Terkait ayat ini, Buya Hamka menulis bahwa ayat ini adalah peringatan agar direnungkan oleh kaum Quraisy yang didatangi oleh Nabi Muhammad Rasulullah. “Berbagai seruan telah beliau sampaikan, ada basyiran yaitu kabar berita yang menyenangkan dan menggembirakan dan ada pula nadziiran, yaitu ancaman bagi yang tidak mau mengerti,” tulis Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar Juzu’ XXVII halaman 132.

“Mereka pun membantah, mereka pun mengingkari, namun Allah tidak memberi mereka siksaan seperti yang diterima oleh kaum yang dahulu itu, baik Ad ataupun Tsamud, baik kaum Nabi Nuh ataupun kaum Nabi Luth. Itu saja pun sudah nikmat dari Allah yang tidak kamu bantah lagi,” lanjut Hamka.

Jadi, ada 32 ayat dalam Alquran yang diawali dengan fabiayyi alaa’i rabbikumaa. 1 ayat berada di dalam surat An-Najm, sementara 31 lainnya berkumpul di surat Ar-Rahman.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 20/04/2026 09:30
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡