Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran menggelar kajian ideologis yang dirangkaikan dengan Halalbihalal serta pengukuhan kepengurusan 11 masjid Muhammadiyah se-Kenjeran, Ahad (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh ideologi dan tata kelola masjid sebagai pusat pembinaan umat. Acara berlangsung di Masjid At-Taqwa, Jalan Pogot No. 1–3 Surabaya.
Mengusung tema “Indahnya Silaturrahim untuk Memperkokoh Ideologi Warga Muhammadiyah Kenjeran Berkemajuan,” kegiatan ini menegaskan bahwa silaturrahim tidak hanya menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga fondasi ideologis dalam menguatkan gerakan Persyarikatan.
Kajian menghadirkan Prof. Dr. H. Thohir Luth sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sebagai pemateri utama. Hadir pula Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya M. Rofiq Munawi, jajaran pimpinan persyarikatan, para pengurus masjid yang dikukuhkan, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Kenjeran.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar Majelis Tabligh untuk membangun kesadaran ideologis warga Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa masjid tidak cukup hanya dimakmurkan secara fisik, tetapi juga harus dikelola dengan manajemen yang baik dan visi dakwah yang berkemajuan.
“Masjid Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan akidah, ibadah, dan akhlak, sekaligus ruang strategis untuk menguatkan ideologi Persyarikatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kajiannya, Prof. Dr. H. Thohir Luth menekankan bahwa silaturrahim memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ideologis yang kuat. Silaturrahim tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga sarana memperkokoh persatuan, menguatkan komitmen dakwah, serta meneguhkan jati diri warga Muhammadiyah.
“Silaturrahim yang dibangun di atas nilai keikhlasan dan kesadaran ideologis akan melahirkan kekuatan kolektif. Inilah modal utama Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ideologi Muhammadiyah di tengah tantangan zaman, terutama melalui peran masjid dan jamaah. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat gerakan pencerahan yang menghadirkan Islam berkemajuan, mencerahkan akal, dan menyejukkan kehidupan sosial.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan kepengurusan 11 masjid Muhammadiyah di lingkungan PCM Kenjeran. Pengukuhan ini menjadi simbol penguatan kelembagaan masjid agar semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Acara ditutup dengan Halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta saling bersalaman, berdialog, dan mempererat persaudaraan sebagai wujud nyata silaturahmi yang diharapkan mampu memperkukuh ideologi dan semangat ber-Muhammadiyah di Kenjeran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments