Jadwal Puasa Zulhijah 2026:
-
1 Zulhijah — Senin, 18 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Pertama
-
2 Zulhijah — Selasa, 19 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Kedua
-
3 Zulhijah — Rabu, 20 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Ketiga
-
4 Zulhijah — Kamis, 21 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Keempat
-
5 Zulhijah — Jumat, 22 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Kelima
-
6 Zulhijah — Sabtu, 23 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Keenam
-
7 Zulhijah — Minggu, 24 Mei 2026: Puasa Sunah Zulhijah Hari Ketujuh
-
8 Zulhijah — Senin, 25 Mei 2026: Puasa Tarwiyah
-
9 Zulhijah — Selasa, 26 Mei 2026: Puasa Arafah
Bulan Zulhijah selalu membawa suasana spiritual yang begitu kuat bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada Mei 2026 ini, umat Muslim kembali dipertemukan dengan hari-hari terbaik yang disebut memiliki kemuliaan luar biasa di sisi Allah Swt. Banyak ulama menyebut sepuluh hari pertama Zulhijah sebagai momentum emas untuk memperbanyak amal ibadah, terutama puasa sunah yang penuh keberkahan.
Allah Swt bahkan mengabadikan kemuliaan waktu ini dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Ini menunjukkan bahwa hari-hari tersebut bukan hari biasa, melainkan waktu istimewa yang dipenuhi limpahan rahmat dan pahala.
Rasulullah Saw juga menegaskan keutamaan amal pada hari-hari ini melalui hadis yang sangat terkenal:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini.” (HR. Bukhari)
Puasa Zulhijah menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan. Meski hukumnya sunah, pahala dan nilai spiritualnya sangat besar. Banyak umat Islam memanfaatkan awal Zulhijah untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt sebelum datangnya Hari Raya Iduladha.
Hari pertama hingga hari ketujuh Zulhijah dikenal sebagai puasa sunah biasa di bulan Zulhijah. Walaupun tidak memiliki nama khusus seperti Tarwiyah dan Arafah, hari-hari tersebut tetap sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah, zikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan memperbanyak doa.
Pada tanggal 8 Zulhijah, umat Islam mengenal Puasa Tarwiyah. Kata “Tarwiyah” berasal dari tradisi jemaah haji zaman dahulu yang mempersiapkan bekal air sebelum menuju Mina. Puasa ini menjadi simbol persiapan spiritual dan keteguhan hati menghadapi ujian kehidupan.
Sementara itu, 9 Zulhijah merupakan puncak keutamaan puasa sunah sebelum Iduladha, yaitu Puasa Arafah. Hari ini sangat istimewa karena jutaan jemaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, salah satu rukun haji yang paling penting.
Tentang Puasa Arafah, Rasulullah Saw bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi alasan mengapa banyak umat Islam sangat menantikan Puasa Arafah. Pengampunan dosa selama dua tahun merupakan karunia besar yang menunjukkan luasnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Di balik ibadah puasa Zulhijah, terdapat pelajaran penting tentang pengorbanan dan keikhlasan. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi inti makna Iduladha. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, beliau tetap taat kepada Allah Swt. Ketaatan luar biasa itu kemudian menjadi simbol keimanan yang dikenang sepanjang masa.
Allah Swt berfirman:
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya.” (QS. As-Saffat: 103)
Ayat tersebut menggambarkan betapa besar ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dari sinilah umat Islam belajar bahwa ibadah bukan hanya ritual, tetapi juga tentang kepatuhan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
Puasa Zulhijah juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan sosial. Banyak orang mulai memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan menjaga ucapan. Dalam suasana dunia yang penuh konflik dan kesibukan, bulan ini mengingatkan manusia agar kembali kepada nilai kemanusiaan dan ketenangan batin.
Selain pahala, puasa sunah juga melatih kesabaran serta pengendalian diri. Menahan lapar dan haus bukan sekadar fisik, tetapi juga menjaga hati dari iri, amarah, dan kebencian. Karena itu, Zulhijah sering disebut sebagai bulan latihan spiritual menuju pribadi yang lebih baik.
Menariknya, sepuluh hari pertama Zulhijah sering disebut lebih utama dibanding hari-hari biasa lainnya dalam setahun. Bahkan sebagian ulama menyebut keutamaannya menyaingi hari-hari terakhir Ramadan dalam sisi tertentu, terutama untuk amal saleh di siang hari.
Bagi generasi muda, puasa Zulhijah dapat menjadi langkah awal membangun kedisiplinan ibadah. Banyak anak muda kini mulai menyadari pentingnya menjaga hubungan dengan Allah Swt di tengah derasnya media sosial dan kehidupan modern yang serba cepat.
Momentum Mei 2026 ini menjadi kesempatan berharga yang tidak datang setiap saat. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan hari-hari mulia tersebut. Sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan ikhlas akan memiliki nilai besar di sisi Allah Swt.
Zulhijah bukan sekadar penanggalan Islam, tetapi panggilan spiritual bagi manusia untuk kembali memperkuat iman. Puasa sunah, zikir, doa, dan pengorbanan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Maka, ketika hari-hari mulia ini tiba, pertanyaannya bukan lagi apakah kita mampu berpuasa, tetapi apakah kita siap meraih pahala dan keberkahan yang telah Allah sediakan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments